|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Adlis Pitrajaya | Penulis : Antara
JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai membantah tudingan mantan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro bahwa Presiden Prabowo Subianto alergi terhadap demonstrasi. Menurutnya, pernyataan itu hanya klaim sepihak yang tak perlu dipercaya.
"Kalau pernyataan sepihak, jangan langsung percaya. Harus ada keseimbangan informasi," kata Pigai dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/3).
Pigai menegaskan, Prabowo tidak memiliki masalah dengan aksi demonstrasi. "Demonstrasi itu bagian dari demokrasi, jadi kenapa harus alergi?" ujarnya.
1 Tahun Pemerintahan Prabowo 36 Juta Rakyat Sudah Rasakan Cek Kesehatan Gratis
Genap Setahun, Pemerintahan Prabowo-Gibran Catat Lompatan Besar di Sektor Energi dan Hilirisasi Hijau
Sebelumnya, Satryo mengklaim dalam wawancara di YouTube (7/3) bahwa Prabowo tidak menyukai demonstrasi, merujuk pada aksi pegawai Kemendiktisaintek dan mahasiswa terkait biaya kuliah tunggal.
Terkait turunnya indeks demokrasi Indonesia pada 2024, Pigai menegaskan bahwa hal itu terjadi sebelum pemerintahan Prabowo. Ia menyebut penurunan ini lebih disebabkan regulasi yang dibuat sejak 2015, seperti Peraturan Kapolri tentang ujaran kebencian, UU MD3 yang memungkinkan anggota DPR melaporkan warga, serta revisi UU KPK dan Perppu Ormas.
"Faktor-faktor ini yang membuat indeks demokrasi Indonesia menurun menurut The Economist," jelas Pigai.
Plt Kadiskes Riau Bantah Tuduhan Penganiayaan: “Ini Upaya Pembunuhan Karakter Bernuansa Politis”
Sah! DPR Setujui RUU BUMN, Kementerian Resmi Berubah Jadi BP BUMN
Ia juga menyinggung peran DPR dalam menganulir putusan Mahkamah Konstitusi mengenai ambang batas pencalonan kepala daerah sebagai salah satu penyebab utama kemunduran demokrasi di 2024.*