|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rea
Diskriminasi di Tengah Ancaman Nyawa
Insiden ini menyoroti kesenjangan perlakuan antara warga Yahudi dan Palestina di Israel, bahkan di kota-kota campuran seperti Tel Aviv, tempat sekitar sepertiga penduduknya adalah warga Palestina.
Meskipun sebagian besar warga Palestina tinggal di bangunan tua yang tak memiliki ruang aman, mereka tetap berharap bisa berbagi perlindungan darurat saat serangan terjadi. Namun kenyataannya, akses ke ruang keselamatan pun menjadi hak istimewa yang tak semua bisa nikmati.
“Gedung kami tua, tak ada ruang perlindungan. Mereka yang tinggal di bangunan baru masih bisa masuk. Tapi kami—karena identitas kami—dihalau,” ujar Ktelat.
Ribuan Warga Padati Kampar Utara, Rela Berjalan Ratusan Meter Demi Saksikan Pembukaan MTQ ke-54
Gelar Rumah Rakyat Perdana, Bupati Afni Dengar Langsung Curhat Warga
Menurut warga setempat, perlakuan ini mencerminkan diskriminasi yang sudah berlangsung lama. Meski sama-sama membayar pajak dan hidup berdampingan, akses terhadap perlindungan dan infrastruktur penting seringkali lebih berpihak pada warga Yahudi. *