|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : rea
JAKARTA - Asosiasi pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (17/9/2025).
Aksi yang disebut “Aksi 179” ini menuntut perubahan sistem bagi hasil, yakni 90 persen untuk pengemudi dan 10 persen untuk aplikator. Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengatakan sekitar 500 pengemudi ojol roda dua, roda empat, serta kurir online ikut serta dalam aksi tersebut.
Rangkaian aksi dilakukan dengan konvoi dari markas Garda di Cempaka Mas, Jakarta Pusat, menuju tiga lokasi: Istana Presiden, Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR RI. Konvoi dimulai pukul 10.00 WIB dan dijadwalkan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB.
Ribuan Warga Padati Kampar Utara, Rela Berjalan Ratusan Meter Demi Saksikan Pembukaan MTQ ke-54
Bupati Siak Penuhi Janji ke Masyarakat Jadi Saksi di Sidang Konflik Tumang
Menurut Igun, demo kali ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang menelan korban jiwa, salah satunya pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan (21). Sebagai bentuk protes, para pengemudi mematikan aplikasi dan menuntut adanya regulasi yang lebih berpihak pada mereka.
“Tuntutan kami jelas: pemerintah harus segera membuat aturan yang melindungi pekerja ojol sebagai kelompok rentan tanpa jaminan kesejahteraan,” kata Igun. Ia juga menyebut aksi kali ini mendapat dukungan dari kelompok mahasiswa.