Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan abrasi, memperkuat struktur tanah di bantaran sungai, serta mengurangi risiko banjir akibat berkurangnya daya serap air. Bupati menekankan bahwa upaya mitigasi bencana harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta dan masyarakat.
Bupati Zukri juga berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui BWS Sumatera III, khususnya dalam bentuk kajian teknis dan perencanaan komprehensif terhadap Sungai Kampar beserta kawasan strategis lainnya. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Pulau Mendol di Kecamatan Kuala Kampar, yang merupakan sentra swasembada pangan Kabupaten Pelalawan dan rawan terdampak banjir rob maupun luapan sungai.
“Kami berharap ada kajian menyeluruh agar solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Penanganan Sungai Kampar ini menyangkut keselamatan masyarakat dan masa depan pembangunan Pelalawan,” pungkasnya.
Bupati Siak Tegaskan Pentingnya Pendampingan bagi KTH dalam Pengelolaan Hutan
452 Jemaah Calon Haji Kampar Ikuti Manasik Haji 2026, Bupati Ingatkan Persiapkan Ibadah dengan Baik
Rapat koordinasi tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam upaya pengendalian banjir, guna meminimalkan dampak terhadap masyarakat serta menjaga stabilitas pembangunan di Kabupaten Pelalawan.*