JAKARTA – Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan kembali menguat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional serta koordinasi yang terus dilakukan antara otoritas fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan kondisi perekonomian Indonesia tetap solid meskipun nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.
"Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin sesungguhnya fundamental ekonomi kita cukup kuat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga serta tingkat inflasi yang masih terkendali," ujar Prasetyo.
Listrik Sumatera Sempat Lumpuh Total, PLN Akhirnya Buka Suara: Ini Penyebab Blackout Massal!
Rupiah Terpukul! Dolar AS Tembus Rp17.600, Ancaman Ekonomi dan PHK Mulai Menghantui
Menurutnya, pemerintah bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat koordinasi untuk memantau perkembangan pasar keuangan dan mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Kami terus berkoordinasi secara intens untuk memonitor perkembangan dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan," katanya.
Optimisme terhadap penguatan rupiah juga didukung oleh kondisi ketahanan eksternal Indonesia yang masih terjaga. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyebut cadangan devisa Indonesia berada pada level yang kuat.
Rupiah Tembus Level Terlemah, BI Percepat Strategi Jaga Stabilitas Kurs
Luapan Sungai Subayang Terjang Desa Kebun Tinggi, 130 KK Sempat Terendam Banjir
"Secara umum, pelemahan rupiah masih sejalan dengan negara-negara di kawasan. Secara year to date (YTD), rupiah melemah sekitar 7,44 persen. Namun, cadangan devisa tetap terjaga pada level US$146,2 miliar hingga akhir April 2026," jelas Destry.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meyakini pemerintah akan terus berupaya mengendalikan pergerakan nilai tukar rupiah agar tetap berada pada jalur yang sesuai dengan target jangka menengah yang telah ditetapkan.
"Saya yakin pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait akan terus berupaya mencegah agar tren pelemahan rupiah tidak semakin dalam serta menjaga stabilitas nilai tukar pada level yang diharapkan bersama," ujarnya.
Santunan Ramadan di Siak Tembus Rp2,7 Miliar, Hadirkan Kebahagiaan Bagi Guru Ngaji hingga Penggali Kubur
Nilai Tukar Rupiah Menguat Rp16.802
Dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, inflasi yang terkendali, serta dukungan cadangan devisa yang kuat, pemerintah menilai fondasi ekonomi Indonesia masih kokoh. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendukung penguatan rupiah di tengah dinamika ekonomi global. *