JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk mendorong mobilitas daya beli masyarakat dengan merilis paket stimulus ekonomi di Kuartal II tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto saat ditemui awak media di Jakarta.
Menurutnya, stimulus Ekonomi di Kuartal II khususnya di sektor transportasi publik akan memberikan efek positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya pada momentum libur sekolah. Disisi lain juga daya beli ekonomi masyarakat akan lebih terdorong lagi.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Kampar Apresiasi Antusiasme ASN Ikuti Seleksi JPT Pratama 2026
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
“Kami mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut," ujar Sofwan.
"Karena dalam situasi ekonomi yang melambat seperti ini, diskon dan insentif di sektor transportasi akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan belanja konsumsi,” imbuhnya.
Ia pun menilai momentum pemberlakuan stimulus saat musim liburan merupakan langkah tepat. Sebab, pada periode tersebut tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat.
TNI Tahan 4 Anggota BAIS Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Janji Usut Transparan!
Di Tengah Konflik Gaza, Indonesia Resmi Masuk Dewan Perdamaian Trump
Sofwan berharap, kebijakan tersebut mampu menggerakkan jutaan masyarakat kelas menengah untuk melakukan perjalanan sekaligus meningkatkan aktivitas belanja konsumsi.
“Setidaknya kebijakan ini bisa mendongkrak kembali daya beli masyarakat yang sedang merosot,” ungkapnya.
Pasalnya, kata Sofwan, ketahanan ekonomi nasional sangat bergantung pada stabilitas konsumsi masyarakat kelas menengah. Sehingga itu, stimulus transportasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Dewan Perdamaian dan Cara Trump Merangkul Lawan
Dewan Perdamaian Versi Trump Bikin Dunia Waswas, PBB Terancam Tergeser
“Diskon dan insentif di sektor transportasi ini menurut saya merupakan salah satu upaya untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ada insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket pesawat ekonomi. Kebijakan ini berlaku selama periode libur sekolah yakni 24 Juni-5 Juli 2026 dengan anggaran Rp 472,7 miliar.
"PPN DTP untuk pesawat ekonomi 24 Juni sampai 5 Juli Rp 472,7 miliar, itu khusus yang sekarang ya, nanti Nataru (Natal dan Tahun Baru) juga ada insentifnya," kata Purbaya.
Pasca Kantor Bupati Inhil Terbakar, Anggota DPRD Riau Minta PLN Upgrade Instalasi
Apel Perdana 2026, Bupati Siak 'Prank' 6 ASN yang Berulang Tahun dengan Apresiasi yang Manis
“Selain stimulus untuk mobilitas masyarakat, insentif juga diberikan dalam bentuk program magang nasional pada Juli 2026 untuk 150 ribu target peserta dengan anggaran Rp 4,14 triliun. Lalu program vokasi nasional untuk 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu korban PHK dengan nilai anggaran Rp 2,12 triliun,” pungkasnya. *