Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Bagi UMKM Seroja, kemampuan memproduksi baglog secara mandiri menjadi bekal penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar, menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha budidaya jamur tiram yang mereka jalankan.
Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang pengaturan suhu, kelembapan, serta sanitasi rumah jamur guna mendukung pertumbuhan miselium secara optimal. Mereka juga diajarkan cara mengenali ciri-ciri jamur tiram yang sehat, higienis, dan memiliki produktivitas tinggi.
Peningkatan kapasitas ini menjadi jawaban atas berbagai kendala teknis yang selama ini dihadapi kelompok usaha tersebut. Melalui pelatihan yang bersifat praktis dan aplikatif, para peserta memperoleh pengalaman langsung yang dapat diterapkan pada fasilitas budidaya jamur di Desa Rimba Beringin.
Ketua DPRD Inhil: Milad Ke- 61 Inhil Bukan Sekadar Seremonial, tapi Momentum Perkuat Persatuan
SMSI dan ABPEDNAS Perkuat Sinergi Nasional untuk Publikasi dan Pengawasan Pembangunan Desa
"Selama ini kami sering menghadapi kendala teknis operasional karena keterbatasan pengetahuan. Melalui pelatihan ini kami mendapatkan banyak ilmu tentang teknik budidaya dan pengelolaan kumbung yang tepat. Ini menambah optimisme dan motivasi kami untuk meningkatkan produktivitas serta mendukung kemajuan ekonomi desa," ujar Mutmainah.
Kegiatan benchmarking dan pelatihan pembuatan baglog mandiri tersebut terlaksana berkat dukungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan melalui Program Pemberdayaan UMKM, Pemuda, dan Perempuan. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat agar mampu tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan.