PEKANBARU – Upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal. Salah satunya diwujudkan melalui program pelatihan dan benchmarking budidaya jamur tiram yang diikuti Kelompok UMKM Seroja dari Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kemandirian usaha sekaligus meningkatkan produktivitas kelompok binaan.
Mutmainah tampak serius memperhatikan instruktur yang sedang memperagakan proses pembuatan media tanam jamur tiram atau baglog di Rumah Jamur Bertuah, Pekanbaru, pertengahan Juni 2026.
Ketua DPRD Inhil: Milad Ke- 61 Inhil Bukan Sekadar Seremonial, tapi Momentum Perkuat Persatuan
SMSI dan ABPEDNAS Perkuat Sinergi Nasional untuk Publikasi dan Pengawasan Pembangunan Desa
Bersama anggota Kelompok UMKM Seroja lainnya, ia memperoleh kesempatan mempelajari seluruh tahapan budidaya jamur tiram, mulai dari pembuatan baglog secara mandiri hingga teknik pengelolaan rumah jamur yang baik.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya diajarkan cara mencetak baglog, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pemilihan bahan baku sesuai standar, teknik pencampuran media tanam, hingga proses pengemasan baglog yang berkualitas.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Bagi UMKM Seroja, kemampuan memproduksi baglog secara mandiri menjadi bekal penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar, menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha budidaya jamur tiram yang mereka jalankan.
Majelis Zikir Kampar di Hati Gelar Kajian Rutin, Wabup Misharti Ajak Perkuat Sinergi Wujudkan Kampar Religius
Kampus Perkuat Ekosistem MBG, Riset dan Inovasi Jadi Fondasi
Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang pengaturan suhu, kelembapan, serta sanitasi rumah jamur guna mendukung pertumbuhan miselium secara optimal. Mereka juga diajarkan cara mengenali ciri-ciri jamur tiram yang sehat, higienis, dan memiliki produktivitas tinggi.
Peningkatan kapasitas ini menjadi jawaban atas berbagai kendala teknis yang selama ini dihadapi kelompok usaha tersebut. Melalui pelatihan yang bersifat praktis dan aplikatif, para peserta memperoleh pengalaman langsung yang dapat diterapkan pada fasilitas budidaya jamur di Desa Rimba Beringin.
"Selama ini kami sering menghadapi kendala teknis operasional karena keterbatasan pengetahuan. Melalui pelatihan ini kami mendapatkan banyak ilmu tentang teknik budidaya dan pengelolaan kumbung yang tepat. Ini menambah optimisme dan motivasi kami untuk meningkatkan produktivitas serta mendukung kemajuan ekonomi desa," ujar Mutmainah.
Perkuat Sinergi, Bupati Kampar Sambut Kunjungan Ketua PN Bangkinang
Sosialisasi KUHP Baru, BSP Zapin Perkuat Mitigasi Risiko Korporasi
Kegiatan benchmarking dan pelatihan pembuatan baglog mandiri tersebut terlaksana berkat dukungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan melalui Program Pemberdayaan UMKM, Pemuda, dan Perempuan. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat agar mampu tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan.
Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan penguatan kapasitas merupakan bagian penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
"Melalui benchmarking dan pelatihan ini, Kelompok UMKM Seroja kini semakin siap mengembangkan budidaya jamur tiram secara mandiri. Penguatan kapasitas ini merupakan wujud nyata dukungan PHR dalam mendorong kemandirian usaha dan memperkuat ekonomi masyarakat desa," katanya.
Bupati Kampar Terima Audiensi PKS, Perkuat Sinergi Politik untuk Pembangunan Daerah
Pemerintah Tancap Gas Hilirisasi Kejar Kemandirian Energi, Tuduhan Barisan Oposisi Tidak Faktual
Pendampingan yang dilakukan PHR terhadap Kelompok UMKM Seroja berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha masyarakat yang kuat dan berbasis potensi lokal di Provinsi Riau.
Kini, Kelompok Pembudidaya Jamur Tiram UMKM Seroja mulai tumbuh sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat Desa Rimba Beringin. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa potensi lokal yang didukung melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas dapat berkembang menjadi usaha yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.*