|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
DUMAI - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Dumai, mengatakan, masih banyak Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Dumai yang terlantar. Hingga Juni 2019 Dinsos Kota Dumai sudah memfasilitasi rehabilitasi 20 penderita ODGJ dan orang terlantar.
Menurut Kepala Dinsos Dumai, Hasan Basri, penanganan ODGJ harus ditempuh secara sinergitas bersama stakeholder dan dinas terkait, tak terkecuali Dinas Kesehatan (Dinkes), Satpol PP dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
"Kita juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan di Pekanbaru, sebagai pusat rehabilitasi," ujarnya, di ruang kerjanya, baru-baru ini.
Oknum Polisi Riau Jadi Bandar Sabu, Terancam Dipecat Tidak Hormat
Tim Gabungan BP3MI Riau di Dumai Gagalkan Pemberangkatan 7 PMI Ilegal Asal Aceh
Hasan Basri menambahkan, teknis penanganannya melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Satpol PP berperan menjaring ODGJ lalu dibawa ke RSUD. Apabila butuh rujukan, Dinsos Kota Dumai akan memfasilitasi rehabilitasi ke Rumah Sakit Jiwa Tampan di Pekanbaru untuk perawatan lebih lanjut.
"Di sinilah peran dari dinas sosial, salah satu tupoksinya adalah melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial. Selain penderita ODGJ, dinsos juga memberikan pelayanan sosial terhadap penyandang cacat dengan pemberian bimbingan fisik, mental dan sosial, serta pelatihan keterampilan agar mampu mandiri dan berperan aktif kembali dalam masyarakat," terangnya.