|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JEDDAH - Cuaca sangat panas di Jeddah yang mulai terjadi pada Jumat (21/6) kemarin akan terus berlanjut selama 72 jam ke depan. Hal ini disampaikan menurut ahli klimatologi kepada media Arab Saudi, Saudi Gazette, Sabtu (22/6) waktu setempat.
Temperatur suhu mencapai hampir 50 derajat Celcius di Jeddah dan banyak daerah lain di Arab Saudi. Ketua Otoritas Umum untuk Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan, Ayman Ghulam, mengakui suhu panas di Jeddah naik menjadi 50 derajat Celcius sejak Jumat (21/6) kemarin.
Bahkan Ghulam menyatakan, suhu panas di Jeddah kali ini menjadi yang paling tinggi selama sembilan tahun belakangan. Suhu tersebut akan mengalami fluktuasi, antara sangat panas dan panas selama musim panas yang dimulai pada 1 Juni dan akan berlanjut hingga Agustus mendatang.
Suhu Udara Siang Hari di Riau Panas, BMKG: Bisa Capai 36 Derajat Celcius
Timnas Indonesia Panaskan Mesin di Jeddah, Kluivert Puji Semangat Pemain di Latihan Perdana
Ghulam mengatakan, cuaca panas ini disebabkan angin timur yang dihasilkan dari depresi musiman. Suhu pada Jumat kemarin bukanlah yang terpanas di Jeddah. Sebab pada musim panas 2010 lalu, suhu Jeddah sempat menyentuh hingga 52 derajat Celcius.
Juru bicara otoritas, Hussain Al-Qahtani, mengatakan suhu yang tercatat di Bandara Internasional King Abdulaziz yakni 48 derajat Celcius, gedung utama otoritas di Jeddah 49 derajat Celcius, di Yanbu 43 derajat Celcius, dan di Arafah Mekkah 47 derajat Celcius.