|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Hendra
PASIR PANGARAIAN- Hingga saat ini, harga komoditi karet dan kelapa sawit petani semakin tak menentu, mengakibatkan ekonomi petani karet maupun kelapa sawit semakin terpuruk.
Anjloknya harga dua komoditi tersebut yang menjadi ekonomi petani di Rohul sudah terjadi sekitar tahun 2015 hingga saat ini. Malahan sejak beberapa bulan terakhir ini, harga dua komoditi masih jauh dari harapan para petani.
Seorang petani kelapa sawit di Km 6, Desa Sukamaju Kecamatan Rambah, Dedy mengaku, dua bulan terakhir ini harga jual kelapa sawit yang dibeli para tengkulak (toke) Rp700 per kgnya.
Bupati Siak Terima Penghargaan UHC di Tengah Ujian Keluarga
Harga Sawit Swadaya Riau Turun Efek Lesunya Pasar CPO
"Kondisi mengakibatkan ekonomi petani seperti kami menjadi sulit. Rata rata 500 kg per dua minggu hasilnya untuk se hektar, dan Kita hanya mendapatkan Rp350 ribu per hektar, itu belum termasuk upah panen yang harus dikeluarkan Rp200 sampai Rp300 per kgnya," jelas Dedy, Senin (24/6/2019).
Dedy berharap, pemerintaj bisa menjamin harga kelapa sawit petani bisa lebih membaik, apalagi adanya program sawit untuk rakyat yang tengah digalakan di Rohul saat ini, berharap kesejahteraan masyarakat bisa lebih terjamin.