|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : republika
PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi peningkatan jumlah titik panas sebagai indikasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dalam kurun waktu 48 jam terakhir. Berdasarkan pencitraan satelit Terra dan Aqua pada Selasa (25/6), pukul 16.00 WIB, BMKG menyatakan terdapat 11 titik panas yang tersebar di lima kabupaten di Riau.
Jumlah itu melonjak dua kali lipat dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang terdeteksi lima titik. "Titik panas terbanyak terpantau di Kabupaten Pelalawan empat titik kemudian Bengkalis tiga titik dan Rokan Hilir dua titik," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, dalam keterangan tertulis.
Selanjutnya, satu titik panas masing-masing terpantau di Kabupaten Siak dan Kampar. Sejumlah titik panas juga bermunculan di wilayah lainnya di Pulau Sumatera. Di Sumatera Selatan, BMKG mendeteksi empat titik panas, Sumatera Utara tiga titik, serta Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung, masing-masing satu titik panas.
BMKG Prakirakan, Hari Ini Hujan Mengguyar Sebagian Wilayah Riau
Suhu Udara Siang Hari di Riau Panas, BMKG: Bisa Capai 36 Derajat Celcius
Di Riau, BMKG menyatakan lima di antara11 titik panas dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat terjadinya karhutla dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen. "Titik api terdeteksi di wilayah Pelalawan dan Rokan Hilir, masing-masing dua titik serta satu titik di Kampar," ujar dia.
Satuan Tugas Karhutla Provinsi Riau menyatakan turut mengantisipasi kemunculan titik-titik panas yang terdeteksi BMKGdi wilayah itu sejak awal pekan ini. Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) RiauJim Gafur mengatakan hingga saat ini Satgas Karhutla masih terus siaga di wilayah rawan, terutama pesisir Riau.