|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
RIAU - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald John Trump mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Iran agar tidak melakukan tindakan represif terhadap demonstran damai yang tengah menggelar aksi protes di berbagai kota, termasuk Teheran.
Melalui pernyataan di platform media sosial miliknya pada Jumat (2/1/2026), Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat berada dalam kondisi siap siaga. Ia memperingatkan bahwa Washington tidak akan tinggal diam apabila aparat Iran melakukan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa hingga menimbulkan korban jiwa.
Trump menyatakan bahwa jika demonstran damai ditembak dan dibunuh secara brutal, Amerika Serikat siap turun tangan untuk melindungi mereka. Meski demikian, ia tidak merinci bentuk tindakan atau mekanisme “penyelamatan” yang dimaksud, selain menekankan kesiapan penuh AS untuk bertindak jika situasi memburuk.
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai, 16.000 Pegawai Terancam Kehilangan Pekerjaan
Pernyataan tersebut muncul setelah adanya laporan korban tewas dalam aksi protes yang terjadi pada Kamis (1/1/2026). Gelombang demonstrasi di Iran awalnya dipicu oleh tekanan ekonomi, seperti inflasi yang tinggi dan merosotnya nilai mata uang nasional, namun kemudian berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas.
Peringatan Trump langsung mendapat respons dari pejabat tinggi Iran. Ali Larijani, pejabat keamanan senior Iran, menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk campur tangan Amerika Serikat dalam urusan internal Iran. Ia memperingatkan bahwa intervensi asing berpotensi memicu kekacauan regional dan membahayakan kepentingan Amerika sendiri.