|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : republika
JAKARTA - PT PLN (Persero) mengalami kenaikan utang pada tahun ini. Tercatat hingga kuartal pertama tahun ini, utang PLN tercatat sebesar Rp 394,18 triliun. Angka itu melonjak 1,7 persen dibanding posisi utang akhir 2018 yang sebesar Rp 387,44 triliun.
Plt Direktur Utama PLN, Djoko Abumanan menjelaskan uang tersebut dipergunakan oleh perusahaan untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Tercatat, selama periode 2015 -2019, total tambahan tambahan pembangkit yang beroperasi mencapai 10.657 MegaWatt (MW). Selain itu, pembangunan transmisi juga mencapai 16.491 km grid.
"Dari nilai total utang tersebut, Rp 160 triliun untuk pinjaman yang diakumulasi sejak 2015. Tapi tambahan utang ini lebih rendah dibandingkan tambahan penyerapan investasi sebesar Rp 334,7 triliun. Hal ini menunjukkan keuangan PLN yang sehat karena dapat memanfaatkan sumber pendanaan internal," ujar Djoko di DPR, Kamis (27/6).
Komitmen Bupati Afni, Tidak Akan Wariskan Utang kepada Pemimpin Setelahnya
Bupati Siak Tolak Pembelian Mobil Dinas, Afni: Saya Malu Ditengah Utang Banyak
Meski sudah memiliki sejumlah utang, namun menurut Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto menjelaskan bahwa perusahaan bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menambah utang kembali. Ia menjelaskan perusahaan masih akan menambah utang hingga 2 miliar dolar AS untuk investasi.
"Kami akan menambah lagi (utang) mungkin kuartal 3 atau kuartal 4 karena mulai bayar banyak, untuk bayar-bayar investasi," ujar Sarwono di lokasi yang sama.