|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : afrizal
PANIPAHAN - Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendatangi lokasi kebakaran di Jalan Bakti, RT 008 RW 004, Dusun II Pajak Baru, Kepenghuluan Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika).
Tim Buddha Tzu Chi Tebing Tinggi yang di komandoi oleh Wardi datang bersama kru dan relawan berjumlah tujuh orang disambut hangat oleh Camat Palika, M Idris beserta seluruh Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Pasir Limau Kapas di Posko bantuan korban kebakaran yang terletak di Jalan Bakti Panipahan, Kamis (27/6).
Tim yang membawa misi kemanusiaan tersebut memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp2 juta rupiah kepada 30 kepala keluarga (KK). Bantuan itu diberikan secara simbolis oleh Tim Buddha Tzu Chi kepada seluruh korban.
Wakil Bupati Launching Dapur SPPG Yayasan Harapan Bunda di SMPN 1 Pangkalan Kerinci
Umat Buddha Pekanbaru Doa Bersama Minta Hujan di Vihara Surya Dharma
Wardi mengatakan, Yayasan Buddha Tzu Chi merupakan badan amal berskala Internasional. Yayasan Buddha Tzu Chi mempunyai satu misi kemanusiaan yang mempunyai filosofis tidak membedakan suku dan agama.
"Bahkan kita sudah ada lebih di 50 negara. Dimana ada bencana, dimana ada penderitaan kita selalu muncul disana untuk meringankan beban bagi mereka. Inilah salah satu ajaran dari pada guru kita Master Chen yang ada di Taiwan," terang Wardi disela acara bakti sosial yang digelar.
Ketua Buddha Tzu Chi Sumut menyebutkan kalau pihaknya sangat berbahagia sekali diberikan kesempatan untuk menolong mereka yang ditimpa bencana. Kehadiran mereka bukan hanya sekedar memberikan materi, namun juga memberikan pendampingan untuk menghibur mereka, dan menenangkan batin mereka.
Yayasan Abdurrab Deklarasikan Dunia Pendidikan Harus Bebas Asap
HUT ke-74 RI, Yayasan Hemadhiro Mettavati Gelar Pesta Rakyat di Okura
"Makanya kami jauh-jauh datang dari Medan Sumatera Utara. Tadi kita menempuh perjalanan lebih dari tujuh jam dengan menggunakan perahu. Kemudian kita besok pulang ke Medan melalui jalur darat dengan jarak tempuh selama sebelas jam kembali ke tempat masing-masing," katanya.
Wardi menambahkan, apa yang mereka lakukan hari ini mendapatkan informasi Tzu Chi langsung terjun ke lokasi bencana. Sebab kata Wardi, Tzu Chi mempunyai tepat sasaran, cepat dan harus langsung diberikan, itulah yang mereka lakukan, sama seperti di Sungai Berombang, Sumatera Utara, baru-baru ini.
Dengan melihat kondisi seperti ini, kata Wardi, Tzu Chi sangat terharu dan sangat sedih dan turut merasakan penderitaan mereka, tetapi disamping itu pihaknya juga merasa bersyukur dengan melihat semua korban dalam keadaan sehat dan selamat.
Sambut Waisak, Umat Buddha Pekanbaru Bersihkan Taman Makam Pahlawan
Ribuan Umat Buddha Meriahkan Pawai Waisak
"Jadi itulah yang sangat kami syukuri karena mereka masih dalam keadaan sehat, hanya kehilangan materi saja," imbuh dia.
Pasca bencana kebakaran diharapkan kepada para korban dapat dibangkitkan kembali semangatnya agar mereka dapat menata kehidupan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
"Sehingga mereka tidak lagi memikirkan apa yang sudah terjadi. Inilah yang kami doakan baik di daerah manapun. Kalau bisa ini adalah yang terakhir," ujarnya seraya berdoa supaya jangan ada bencana seperti ini lagi.*