|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Novi Kawandi
PEKANBARU - Akibat kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah Kabupaten/Kota di Riau, membuat udara di Kota Pekanbaru kian memburuk, bahkan menyentuh level berbahaya. Jarak pandang terbatas mengakibatkan aktivitas diluar ruangan terganggu.
Menyikapi bencana asap yang tak kunjung usai tersebut, Yayasan Abdurrab kembali melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan langsung kepada korban. Selain itu, yayasan yang menaungi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) hingga Universitas bersama Gerakan Riau Merdeka Asap mengeluarkan pernyataan Riau dan dunia pendidikan harus bebas asap. Deklarasi berlangsung di Gedung Serbaguna Susiana Tabrani Jalan Bakti, Pekanbaru, Jumat (13/9).
Ketua Gerakan Riau Merdeka Asap, dr Feriandri Utomo MBiomed mengatakan, gerakan sudah ada sejak Oktober 2015 silam, sejak Riau mengalami bencana asap terparah.
Wakil Bupati Launching Dapur SPPG Yayasan Harapan Bunda di SMPN 1 Pangkalan Kerinci
Seluruh Paslon Kepala Daerah di Riau Deklarasikan Pilkada Damai
"Gerakan atau kemunculan kami untuk memberi masukan positif kepada stakeholder pemerintah, penegak hukum, ekskutif dan legislatif agar serius menangani Karhutla beserta dampaknya," kata Feriandri.
Dikatakan, bidang pendidikan saat ini banyak sekali masyarakat Riau terhambat proses pendidikan.