|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : republika
LONDON - Duta Besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming membantah anak-anak Muslim di Xinjiang barat secara sistematis dipisahkan dari orang tua mereka. Sebuah laporan BBC menemukan ratusan anak-anak dari kelompok etnis minoritas Uighur dipisahkan dari kedua orang tuanya.
Mereka ditempatkan di di kamp atau di penjara. Pada saat yang sama, China telah meluncurkan kampanye besar-besaran membangun sekolah asrama untuk anak-anak Uighur.
Para kritikus mengatakan itu adalah upaya mengisolasi anak-anak dari komunitas Muslim mereka. Namun, duta besar China Liu menolak ini.
Penertiban di Bandara IWIP Berbuah Hasil, Warga China Ditangkap saat Bawa Mineral Ilegal
Pedagang Pusing Penjualan Mobil Bekas 2025 Anjlok, Lebih Buruk dari Masa Pandemi
"Tidak ada pemisahan anak-anak dari orang tua mereka. Tidak sama sekali. Jika Anda memiliki orang yang kehilangan anak-anak mereka, beri saya nama dan kami akan mencoba menemukan mereka," kata duta besar kepada BBC Andrew Marr Show pada Ahad, dilansir BBC, Senin (8/7).
Bukti yang dikumpulkan BBC menunjukkan di satu kota mandiri Xinjiang saja, lebih dari 400 anak telah kehilangan kedua orang tua mereka karena pengasingan. Pihak berwenang China mengklaim orang-orang Uighur dididik di pusat-pusat pelatihan kejuruan yang dirancang untuk memerangi ekstremisme.