|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
“Dampak jangka panjangnya juga tidak baik untuk kesehatan khususnya bagi anak-anak, karena bisa terserang gangguan ISPA. Untuk itu saya berterimakasih kepada semua personil yang tergabung dalam satgas, yang sudah bahu-membahu melakukan usaha pemadaman” sebutnya.
Asisten Pemkesra Budhi Yuwono juga meminta masyarakat yang tinggal disekitar areal gambut untuk berhati-hati dan tidak sembarangan membuang puntung rokok yang masih menyala, serta tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar walaupun dihalaman rumah, karena beresiko tinggi munculnya titik api.
“Pemilik lahan perkebunan juga kami himbau untuk senantiasa menjaga dan membersihkan kebun agar tidak tumbuh semak belukar. Karena dari beberapa lokasi terjadinya karhutla rata-rata terjadi diperkebunan yang tidak terawat ditumbuhi belukar yang rentan kering dan terbakar saat terjadi cuaca panas ekstrim serta angin yang kencang seperti sekarang ini” ajaknya.
Usai Dilantik, Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Pekanbaru Bergerak Galang Bantuan Bencana Sumatera
Pastikan Ketersedian Air ke Sawah Warga, Bupati Afni Bentuk Satgas Bersama
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Siak menjelaskan, sejumlah upaya yang dihadapi personil pemadaman di lapangan diantaranya ketersediaan sumber air untuk pemadaman dan jarak lokasi kebakaran dengan sumber air.
“Kondisi tersebut diperparah dengan angin kencang dan cuaca ekstrim yang membuat nyala api sulit dipadamkan, namun demikian personil lapangan tidak menyerah melakukan pemadaman,” jelas Syafrizal.*