|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Herlina
“Alhamdulillah masyarakat di sekitar distrik kita sudah mulai menyadari akan bahaya terjadinya karhutla, selama ini masyarakat sudah saling menjaga dan bahu membahu dengan perusahaan dan unsur upides dan upika lainnya. Bagi kita dari perusahaan selalu melakukan sosialisasi dan bekerjasa dengan aparat dari TNI/Polri dan unsur lainnya dalam sosialisasi pencegahan karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan, dan salah satu proses sosialiasi karhutla tersebut kita dari perusahaan melaksanakan beberapa program DMPA (Desa Makmur Peduli Api) sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat disekitar operasional perusahaan yang kami koordinasikan dengan APP-Sinar Mas." jelasnya.
Diantaranya kata dia, program-program DMPA yang selama ini kita telah lakukan yaitu bidang, Peternakan Sapi, Holtikultura: tanaman, cabe, jagung, kacang-kacangan, Perikanan, UKM dan juga dibidang obat-obatan herbal dan ketrampilan bagi Perempuan dan Ibu-Ibu rumah tangga.
Sementara itu menurut Pimpinan Trainer dari Marta Tilaar, Heru Datta W menyampaikan, program pelatihan ini merupakan program pemberdayaan perempuan antara APP-Sinar Mas dengan Marta Tilaar, selama ini kita sefaham dengan APP-Sinar Mas dalam program pemberdayaan perempuan. "Sebagaimana konsep yang diusung oleh Marta Tilaar, bagaimana penopang hidup dalam keluarga itu sebetulnya adalah perempuan, kebetulan dengan APP kita sefaham, dimana APP punya program pemberdayaan perempuan disekitar areal operasionalnya dengan program-program CSR (corporate social responsibility) yang diawali dengan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), dan kini yang menjadi sasaran program ini adalah Ibu-ibu rumah tangga, yang mana kita ajarkan bagaimana untuk bisa menopang hidup keluarga dengan meningkatkan income (pendapatan) keluarga”. tuturnya.
Heru menambahkan, kegiatan hari ini adalah kegiatan memperkenalkan tanaman-tanaman herbal, selanjutnya bagaimana budidayanya, dan dari bahan-bahan herbal tadi ternyata bisa kita olah dan kita ajarkan membuat kulinernya berupa bahan makanan dan minuman yang berbahan baku herbal dan sekaligus juga kita ajarkan inovasinya, yang mana biasanya makanan itu dengan bahan-bahan standar, maka dengan inovasinya kita memasukan bahan-bahan herbal.
Luluk Andriani (38 th) dari Sustainability and Stakeholder Engagement divition APP Sinar Mas dipercaya Program ini sebagai Proyek Manager Movement empower program menjelaskan, tujuan program ini adalah merupakan bagian dari program DMPA, kita dari APP melihat bahwa potensi perempuan-perempuan sangat besar untuk mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga maupun pemeliharaan lingkungan, selama ini sebenarnya peran perempuan sangat besar namun kurang banyak terlibat dalam program DMPA, oleh sebab itu terlibatnya perempuan dalam program DMPA kita berharap perempuan-perempuan yang ikut program ini menjadi pendorong dan subjek dalam peningkatan kesejahteraan keluarga. (rls)