|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE*
JAKARTA - Akhirnya Ketua KPK Firli Bahuri angkat bicara mengenai sengkarut tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status pegawai KPK menjadi ASN. Firli mengaku tidak berkomentar langsung usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitahkan agar pegawai KPK yang tidak lulus TWK tidak diberhentikan karena alasan sedang bekerja.
"Yang selanjutnya saya ingin sampaikan juga terkait dengan bagaimana respons KPK terkait dengan arahan Presiden. Kami Pimpinan KPK dan Sekjen termasuk dengan seluruh pejabat struktural terus bekerja dengan tidak memberikan komentar karena kita bekerja," ucap Firli dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/5/2021).
Sengkarut TWK itu membuat 75 pegawai KPK, termasuk Novel Baswedan, dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai ASN. Mereka lantas diminta menyerahkan tugas kepada atasan masing-masing sembari menunggu keputusan lebih lanjut.
Ini Jawaban Sri Mulyani, Dituding Luhut Menghambat Investasi
Ditanya Soal Kebijakan Impor Beras, Jawaban Gibran Bikin Mahfud MD Gregetan
Namun suara protes disampaikan Novel Baswedan dkk dengan melaporkan seluruh Pimpinan KPK ke Dewas KPK karena dianggap telah melanggar kode etik. Semua pimpinan KPK juga dilaporkan ke Ombudsman terkait dugaan maladministrasi.
Ada pula suara dari para aktivis antikorupsi mengenai nasib kasus-kasus kelas kakap di KPK. Sebab, Novel Baswedan dkk-lah yang dinilai selama ini menangani kasus-kasus itu.
Lantas, apa penjelasan Firli?
Ini Jawaban TKN soal Gibran Semangati Tim Kala Prabowo Jawab Anies
Rapat Paripurna Jawaban Pemerintah Atas Pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Kampar Terhadap RAPBD 2024
Firli mengklaim bila semua keputusan mengenai TWK itu diketahui seluruh insan KPK. Firli juga mengatakan bila nasib Novel Baswedan dkk akan ditentukan kemudian setelah koordinasi dengan MenPAN-RB Tjahjo Kumolo dan Kepala BKN Bima Haria Wibisana.
Sumber: CNN