POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Nusantara

Kesehatan

Waspadai, Gejala Omicron Mirip DBD, Ini Perbedaanya

Rabu, 2 Maret 2022 | 12:12:46 WIB

Editor : red | Penulis : els/agn

Waspadai, Gejala Omicron Mirip DBD, Ini Perbedaanya
Gejala Covid-19 varian Omicron memiliki sejumlah gejala yang mirip dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). Berikut beda gejala Omicron dan DBD. (int)

JAKARTA -- Musim hujan rentan mendatangkan aneka penyakit termasuk dengue atau demam berdarah dengue (DBD). DBD jelas harus diwaspadai di samping pandemi Covid-19 yang kini melahirkan varian baru.

Berikut beda gejala Omicron dan DBD.

Varian Omicron yang belakangan banyak menyita perhatian memang memiliki gejala lebih ringan dibanding varian Delta. Namun bukan berarti Omicron serta merta dilihat sebagai sesuatu yang sepele.

Baca :

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebut baik DBD maupun Covid-19 termasuk varian Omicron sama-sama bisa mendatangkan gejala berat hingga risiko kematian.

Sementara itu, fasilitas kesehatan harus mampu mendeteksi apa pasien terkena Covid-19 atau DBD. Melansir dari laman CDC, meski sekilas mirip, keduanya memiliki tanda bahaya cukup berbeda.

Dilihat dari tanda bahayanya, beda gejala Omicron dan DBD akan meliputi:

Baca :

DBD termasuk muntah, pendarahan mukus, sulit bernapas, lesu atau gelisah, hipotensi postural, pembesaran hati dan peningkatan hematokrit (kadar sel darah merah) yang progresif.

Covid-19 meliputi kesulitan napas, rasa sakit di bagian dada, tidak mampu bangun atau tetap terjaga, bibir atau wajah kebiruan.

Secara rinci, berikut beda gejala Omicron dan DBD.

Baca :

Gejala DBD ringan sampai sedang:
Fase demam

- Demam
- Sakit kepala dengan sakit mata
- Myalgia
- Mual dan muntah
- Ruam
- Leukopenia (jumlah sel darah putih rendah)


Gejala Covid-19 ringan sampai sedang, termasuk karena Omicron.
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Pilek
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Anosmia
- Kelelahan
- Sesak napas
- Mual atau muntah
- Diare

Baca :

Gejala DBD berat:
- Kebocoran plasma yang mengakibatkan syok
- Akumulasi cairan dengan gangguan pernapasan
- Pendarahan hebat dengan trombositopenia (penurunan jumlah platelet darah di bawah batas minimal)
- Gangguan organ parah seperti penyakit hati dengan peningkatan transaminase (enzim pada hati) atau meningoensefalitis (infeksi pada selaput dan jaringan otak) dengan gangguan kesadaran
- Gangguan jantung

Gejala Covid berat:
- Sesak napas
- Hipoksia (kondisi sel dan jaringan tubuh kekurangan oksigen)
- Gagal napas
- Syok
- Disfungsi sistem multiorgan

 

Baca :

Sumber: CNN


Pilihan Editor
Berita Lainnya
opini
Harapan SMSI Tahun 2026: Podcast Menjadi Institusi Pers
Kamis, 1 Januari 2026 | 20:21:00 WIB
nusantara
Dua Ruas Tol Trans Sumatera di Sumbar Masuk PSN Era Prabowo
Selasa, 30 Desember 2025 | 12:02:42 WIB
Pasar
Wajah
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd Firdaus
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd...
Jumat, 19 September 2025 | 23:14:21 WIB
Artikel Popular
1
3
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB