|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : khr/tsa/CNN
JAKARTA-- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim yakin penghapusan tes mata pelajaran dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tidak akan menghilangkan minat peserta didik untuk mempelajari mapel IPA atau IPS.
Nadiem malah optimistis skema tes masuk PTN itu akan membuat peserta didik lebih bersemangat mempelajari semua mapel sebagai modal mendapatkan nilai tinggi. Nilai tersebut akan menjadi salah satu cara masuk lewat jalur prestasi atau yang sebelumnya dikenal sebagai jalur SNMPTN.
Ia menjelaskan lewat jalur SNMPTN yang sebelumnya, calon mahasiswa akan dipisahkan berdasarkan jurusan pendidikan, yaitu IPA atau IPS. Saat ini, jalur prestasi hanya akan menyeleksi 50 persen nilai rata-rata rapor dan 50 persen sisanya diukur dari komponen minat dan bakat.
WhatsApp Hapus Akses Chatbot AI Pihak Ketiga Mulai 2026
Prabowo: Direksi dan Komisaris BUMN yang Menolak Penghapusan Tantiem Diminta Mundur
"Tadi ada beberapa komentar, apakah ini akan membuat pembelajaran di sekolah malah tidak penting untuk belajar fisika dan lainnya. Justru kebalikannya, karena sebelumnya itu SNMPTN kan hanya memfokuskan beberapa subjek saja, satu atau dua, sekarang minimal 50 persen," kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X di Gedung DPR RI, Kamis (8/9-2022).
Nadiem juga menyinggung skema masuk PTN kedua adalah dengan tes skolastik yang akan menguji kemampuan kognitif, penalaran matematika, literasi Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Tes berbeda dengan Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) yang selama ini dilakukan.