|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/DL
PEKANBARU -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mendata sebanyak 1.219,93 di Bumi Lancang Kuning terbakar sejak Januari 2022 hingga saat ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau M Edy Afrizal SE MH, Kamis (13/10/2022) mengatakan, kebakaran sering terjadi pada wilayah yang jarang terjadi hujan.
"Untuk luas kebakaran yang sedikit dibeberapa daerah, disebabkan intensitas curah hujan yang turun satu bulan terakhir, seperti di Pekanbaru," terang Edy.
WhatsApp Hapus Akses Chatbot AI Pihak Ketiga Mulai 2026
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
Edy mengungkapkan, kurangnya curah hujan di dua Kabupaten yakni Rohul dan Rohil, memudahkan api cepat menjalar.
"Untuk pemadaman kita menggunaka tiga unit helikopter milik BNPB, proses water bombing dilakukan ditempat-tempat yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat," jelas Edy.
Edy mengatakan, tiga unit helikopter tersebut merupakan jenis MI-8 MTV, yang saat disiagakan di Lanud Rsn.
Pasca Penyerangan Gajah pada Bocah,BBKSDA Riau Turunkan Tim Mitigasi
Tiga Relawan Indonesia Peserta Global Sumud Flotilla Pulang ke Tanah Air
Sedangkan rekapitulasi seluruh lahan seluas lebih kurang 1.219,93 hektar lahan di 12 Kabupaten/kota se Provinsi Riau. Paling luas terbakar berada di Kabupaten Rohul dengan luas 336 hektar dan di Rohil dengan luas 187 hektare
Sebaran lainnya terbakar seluas 150,89 hektar di Kampar, kemudian 150,70 hektare di Bengkalis dan 113,20 hektar di Pelalawan.
Selanjutnya, seluas 85,50 hektar terbakar di Inhil, sebanyak 79,25 hektar terbakar di Inhu. Kemudian, seluas 51,95 hektar terbakar.
PBB Desak Investigasi Dugaan Kekerasan Aparat dalam Aksi Protes di Indonesia
Terima Penghargaan, Bupati Siak Perkuat Skema Pentahelix Untuk Pendanaan Lingkungan
Untuk di Kepulauan Meranti sendiri terbakar seluas 32,35 hektar dan masing-masing di Siak 18,06 hektar, lalu 14,53 hektar di Pekanbaru dan di Kuansing 0,50 hektar.
"Kebakaran sering terjadi pada wilayah yang jarang terjadi hujan," kata Edy.