|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Antara
PEKANBARU – Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau menurunkan tim untuk menyelidikan kecelakaan kerja yang menyebabkan pekerja PT PPLI tewas pada hari Jumat (24/2) siang. Tim ini dipimpin Kabid Wasnaker Riau akan melakukan olah TK bersama pihak EHS PHR RK Rokan dan Supervisor PT PPLI.
"Tim turun ke lokasi pada hari Sabtu (25/2) sekitar pukul 00.40 WIB, kemudian melakukan investigasi," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Pekanbaru, Sabtu kemarin.
Dia menjelaskan, tim ini dipimpin Kabid Wasnaker didampingi Tety Susanti, S.K.M., pengawas Ketenagakerjaan Spesialis Lingkungan Kerja, Agustiawirman, S.T. dan A.P. Tata Negara, S.T., M.H. Mereka melakukan olah TKP bersama pihak EHS PT PHR-WK Rokan dan Supervisor PT PPLI.
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
Indosat Memperkuat Kialitas dan Keamanan Jaringan du Kepulauan Riau
Berdasarkan informasi yang dirangkum mengungkapkan, tiga pekerja tewas setelah terjatuh ke dalam kontainer limbah di Centralize Mud Treating Facilities Balam Selatan, Kabupaten Rokan Hilir.
"Sekitar pukul 17.30 WIB, tim ini langsung bergerak ke lokasi. Di sana tim mendapatkan informasi tiga orang yang tewas adalah Hendri, Desy Krismanto, dan Ade Ilham. Ketiga korban sedang melakukan pemisahan lumpur dengan air (dewatering process)," kata Imron seperti dikutip antaranews.com.
Imron menjelasskan, ada sembilan orang yang bekerja, di antaranya ketiga korban. Pengerjaan dibagi menjadi dua bagian, yakni evaporator dan dewatering. Berdasarkan pemeriksaan rekaman CCTV kejadian kecelakaan terjadi pada pukul 12.07 WIB.
"Satu Dolar" untuk Riau: PHR Didesak Buka Kartu
KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Diduga Terkait Kasus Korupsi Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
Dia menjelaskan, awalnyaHendri masuk ke dalam tangki limbah, kemudian sempat keluar dan terlihat lemas, namun dia terjatuh ke dalam tangki.
Mendengar suara jatuh, Desy Krismanto dan Ade Ilham berusaha masuk ke dalam tangki untuk membantu. Sayangnya, ketiganya tidak sempat naik untuk keluar tangki.
Sekitar pukul17.30 WIB, tim fire brigade PT Pertamina Hulu Rokan (PT PHR) turun ke lokasi melakukan evakuasi ketiga korban.
Harga Sawit Swadaya Riau Turun Efek Lesunya Pasar CPO
KPK Geledah Lanjutan di Kantor PUPR Riau hingga 6,5 Jam
"Setelah dievakuasi, ketiga korban dibawa ke klinik PT PHR-WK Rokan di Bangko Camp untuk menjalani proses lebih lanjut," ujar Imron.
Berdasarkan, pengecekan di lapangan, pihaknya menjadwalkan akan meminta keterangan saksi-saksi pada hari Senin (27/2). Mereka akan diperiksa di Kantor Disnakertrans Provinsi Riau.
Untuk diketahui, perseroan terbatas (PT) PPLI merupakan subkontraktor PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Sejak dikelola PT PHR pada bulan Juli 2022 hingga Januari 2023, telah terjadi tujuh kecelakaan kerja yang menyebabkan tujuh pekerja meninggal dunia. (*)