|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Berita.com
Dia menjelaskan, dampak perekonomian global yang mempengaruhi inflasi dan kenaikan suku bunga telah dirasakan hingga ke level rumah tangga yang berimbas pada rencana pembelian properti.
Sebanyak 56 persen responden menyatakan bahwa kenaikan inflasi berdampak pada berkurangnya tabungan bulanan mereka sedangkan 46 persen responden meminimalkan belanja dan pengeluaran mereka. Adapun, lebih dari setengah responden survei atau 53 persen responden mengaku akan menunda rencana pembelian rumah sampai inflasi turun.
Sementara hanya 9 persen responden yang akan membatalkan rencana pembelian properti. “Adapun 38 persen responden akan meneruskan rencana pembelian properti terlepas dari tingkat inflasi," lanjutnya.
Bupati Siak Tolak Pembelian Mobil Dinas, Afni: Saya Malu Ditengah Utang Banyak
BPH Migas Persilakan Daerah Batasi Pembelian Pertalite
Jika inflasi terus berlanjut, dari 38 persen responden tersebut, sebanyak 63 persen di antaranya akan tetap membayar berapapun cicilan bulanan yang diperlukan. Namun, 37 persen responden sisanya akan mencoba mengurangi besaran cicilan bulanan. Di sisi lain, Marine menerangkan, semakin banyak responden yang menilai tingkat inflasi dan suku bunga akan naik.
Sementara itu, responden yang optimis dengan apresiasi kenaikan harga properti berkurang. "Sejumlah 77 persen responden menilai akan ada kenaikan tingkat suku bunga, naik 4 persen dari periode sebelumnya," jelasnya.