|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA - Politikus PDIP Aria Bima mengaku gerah dengan partai lain yang memberikan syarat kepada PDIP jika ikut dalam koalisi besar di Pilpres 2024. Menurut Aria, PDIP berada dalam posisi bisa mengusung pasangan capres-cawapres sendiri di Pilpres 2024 karena sudah memenuhi presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden.
"Saya tidak ngerti, PDIP ini 20 persen threshold-nya lolos. Bukan ngotot mengotot, kita ini bisa nyalonkan," ujar Aria di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/4/2023).
Karana itu, kata Aria, PDIP tidak masalah jika Koalisi Besar ingin segera mengusung dan mendeklarasikan pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024, tanpa harus menekan-nekan PDIP agar tidak memaksakan capres dari internal kalau bergabung Koalisi Besar.
Fatah dan Hamas: Dua Jalan Perjuangan Palestina yang Kini Terasa Sepi
Hasto Kristiyanto Akui PDI Perjuangan Berhaluan Kiri
Koalisi Besar yang dimaksud adalah gabungan antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bentukan Golkar-PAN-PPP dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bentukan Gerindra-PKB. "Jadi saya menghargai untuk Koalisi Besar mau nyalonkan segera saja nyalonkan, deklarasi, jangan banyak ngomong," tandas dia.
Lebih lanjut, Aria mengatakan PDIP tidak akan menggunakan istilah Koalisi Besar. Pasalnya, dalam sistem presidensial tidak mengenal istilah koalisi. Yang ada, kata dia, adalah kerja sama politik dan sedang terus dijajaki oleh PDIP terutama dengan partai yang memiliki kesamaan pandangan.