|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Des | Penulis : Beritasatu
Sebelumnya pada 2019 lalu, dua percobaan pendaratan di bulan yakni Vikram India dan Beresheet milik nirlaba Israel, SpaceIL, keduanya jatuh. Dalam upaya pendaratan itu, data lintasan serta kecepatan menjadi kacau sebelum kehilangan sinyal.
"Pendarat M-1 kami bisa berkomunikasi hingga menit terakhir, yang merupakan pencapaian luar biasa. Kami bangga telah mencapai banyak hal selama pendarat M-1. Umpan balik akan diterapkan untuk Misi-2 mendatang, dan Misi-3 ditargetkan untuk diluncurkan masing-masing pada 2024 dan 2025 sebagai upaya untuk misi masa depan," ujar Hakamada seperti dilansir beritsatu.
Pendarat M-1 membawa penjelajah kecil dan muatan untuk sejumlah lembaga pemerintah, termasuk dari AS, Jepang, Kanada, dan UEA. Termasuk penjelajah bulan Rashid dari Mohammed Bin Rashid Space Center di Dubai, Robot bulan beroda dua dari JAXA (Badan Antariksa Jepang), modul uji untuk baterai solid-state dari NGK Spark Plug Company, komputer penerbangan kecerdasan buatan serta kamera 360 derajat dari Canadensys Aerospace.
Harga Tiket Pesawat Akan Turun, Bocoran Bos Garuda
Tekan Harga, Pemerintah Pertimbangkan Hapus Pajak Tiket Pesawat
M-1 sendiri memulai perjalanannya ke Bulan sejak 11 Desember 2022 lalu, dengan peluncuran roket SpaceX Falcon 9 dari Cape Canaveral, Florida. Setelah misi M-1, iSpace merencanakan dua penerbangan robot lainnya ke permukaan bulan. Di mana Misi kedua dan ketiga siap diluncurkan pada 2024 dan 2025, serta berkontribusi dalam program Artemis NASA.
Setelahnya, pendarat Misi 3 juga akan membawa muatan ke permukaan, serta menyebarkan dua satelit komunikasi di orbit bulan. Ispace didirikan oleh Takeshi Hakamada lebih dari 10 tahun lalu. Di mana iSpace berasal dari sebuah tim yang bersaing untuk Google Lunar Xprize dengan nama Hakuto, yang berarti kelinci putih mitologis Jepang.