|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE*
Penerbangan akan memasuki ruang angkasa untuk jangka waktu tertentu sebelum turun kembali ke orbit Bumi, bisa memangkas 20 jam waktu terbang dalam prosesnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pakar penerbangan di Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) sedang bekerja keras, mempelajari bagaimana penumpang akan menghadapi perjalanan jarak jauh suborbital.
Menurut The Times, CAA telah menemukan bahwa kebanyakan orang mampu mengatasi gaya-G dari penerbangan luar angkasa suborbital. Mereka menyimpulkan bahwa beberapa dapat mengalami 'respons fisiologis', tetapi menambahkan bahwa ini' kemungkinan tidak berbahaya bagi sebagian besar penumpang'.
Bupati Siak Terima Penghargaan UHC di Tengah Ujian Keluarga
Gubernur Riau Abdul Wahid Tiba di KPK, Langsung Jalani Pemeriksaan Usai OTT di Pekanbaru
Penerbangan suborbital saat ini tersedia dalam kapasitas terbatas. Misalnya, Virgin Galactic menawarkan pelanggan kesempatan untuk pergi ke luar angkasa seharga 350 ribu pound sterling per kursi. Namun, CAA percaya bahwa mereka akan menjadi metode transportasi yang terjangkau dalam dekade mendatang.
Pemimpin medis CAA untuk penerbangan luar angkasa, Dr Ryan Anderton mengatakan bahwa konsep tersebut 'jelas bukan fiksi ilmiah'. Dia menambahkan bahwa itu akan terjadi dalam 'kurang dari 10 tahun'.