|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE*
JAKARTA-- Saat ini, untuk melakukan perjalanan udara antara Inggris dan Australia membutuhkan pertimbangan yang cermat dan banyak perencanaan, mengingat durasi penerbangan hampir 24 jam, yang sudah termasuk transit.
Tak bisa dipungkiri, karena jarak yang ditempuh pun sangat jauh, sehingga butuh penerbangan panjang untuk sampai. Tapi, perlahan waktu tempuh penerbangan jarak jauh seperti dari Australia ke Inggris berkurang.
Maskapai Qantas Airways baru-baru ini mengumumkan bakal meluncurkan penerbangan langsung antara London dan Sydney pada 2025, yang hanya akan ditempuh selama 20 jam. Ini bakal menjadi penerbangan terpanjang di dunia.
Bupati Siak Terima Penghargaan UHC di Tengah Ujian Keluarga
Gubernur Riau Abdul Wahid Tiba di KPK, Langsung Jalani Pemeriksaan Usai OTT di Pekanbaru
Namun, penerbangan panjang untuk tujuan jarak jauh boleh jadi hanya akan bertahan selama satu dekade lagi. Penerbangan suborbital segera merevolusi transportasi jalur udara.
Seperti dilansir Time Out, rencana ambisius untuk menerbangkan pelancong ke seluruh dunia melalui luar angkasa akan membuat waktu penerbangan antara Inggris dan Australia turun menjadi hanya dua jam.
Penerbangan akan memasuki ruang angkasa untuk jangka waktu tertentu sebelum turun kembali ke orbit Bumi, bisa memangkas 20 jam waktu terbang dalam prosesnya.
Lebih dari 400 Musisi Dunia Boikot Israel lewat Kampanye No Music for Genocide
Denza N9: SUV Bongsor BYD yang Bisa Bikin Rivalnya Panas Dingin
Untuk mewujudkan visi tersebut, pakar penerbangan di Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) sedang bekerja keras, mempelajari bagaimana penumpang akan menghadapi perjalanan jarak jauh suborbital.
Menurut The Times, CAA telah menemukan bahwa kebanyakan orang mampu mengatasi gaya-G dari penerbangan luar angkasa suborbital. Mereka menyimpulkan bahwa beberapa dapat mengalami 'respons fisiologis', tetapi menambahkan bahwa ini' kemungkinan tidak berbahaya bagi sebagian besar penumpang'.
Penerbangan suborbital saat ini tersedia dalam kapasitas terbatas. Misalnya, Virgin Galactic menawarkan pelanggan kesempatan untuk pergi ke luar angkasa seharga 350 ribu pound sterling per kursi. Namun, CAA percaya bahwa mereka akan menjadi metode transportasi yang terjangkau dalam dekade mendatang.
Suzuki XL7 Alpha Kuro Hybrid 2025: Tampil Makin Gagah dengan Sentuhan Hitam
Warnai HUT RI ke-80, Imigrasi Pekanbaru Tebar Kebahagiaan Lewat Bakti Sosial
Pemimpin medis CAA untuk penerbangan luar angkasa, Dr Ryan Anderton mengatakan bahwa konsep tersebut 'jelas bukan fiksi ilmiah'. Dia menambahkan bahwa itu akan terjadi dalam 'kurang dari 10 tahun'.
Kabar ini mengikuti rencana yang diumumkan oleh Venus Aerospace untuk membuat jet hipersonik yang akan membawa penumpang dari New York ke Tokyo dalam satu jam.
Dan berita itu mengikuti rencana ambisius Transportasi Luar Angkasa China untuk membangun jet yang dapat membawa penumpang dari New York ke Shanghai dalam dua jam. Apakah kita masih hidup untuk bisa mengalaminya di masa depan?
BYD Seal 06 Wagon, Mobil Keluarga Hybrid Canggih dengan Harga Terjangkau
Busa Limbah Terbang di Atas Pemukiman, Warga Desak Pemerintah Ungkap Hasil Sidak RAPP
sumber: CNNindonesia