|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Ahmad Fikri Noor | Penulis : Retno Wulandhari
Sementara, pasar Surat Berharga Negara (SBN) masih melanjutkan tren positif dan membukukan dana masuk investor asing. Sepanjang Mei, modal asing yang masuk Rp 7,29 triliun, naik dari April yang sebesar Rp 4,16 triliun.
Hal tersebut mendorong penurunan yield SBN rata-rata 17,70 bps di seluruh tenor. Secara year to date, yield SBN turun rata-rata sebesar 40,51 bps di seluruh tenor dengan investor asing mencatatkan nett buy sebesar Rp 67,79 triliun.
Di industri reksa dana, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp 504,69 triliun atau naik 1,55 persen (mtd) dengan investor reksa dana membukukan nett subscription sebesar Rp 6,66 triliun (mtd). Secara year to date, NAB menurun 0,03 persen dan masih tercatat net redemption sebesar Rp 2,64 triliun.
Pedagang Pusing Penjualan Mobil Bekas 2025 Anjlok, Lebih Buruk dari Masa Pandemi
Harga Sawit Swadaya Riau Turun Efek Lesunya Pasar CPO
Penghimpunan dana di pasar modal di Mei masih terjaga tinggi, yaitu sebesar Rp 102,10 triliun, dengan emiten baru tercatat sebanyak 35 emiten. Di pipeline, masih terdapat 117 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp 139,29 triliun dengan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 63 perusahaan.
Sedangkan untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UMKM, hingga 31 Mei 2023 telah terdapat 16 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 404 penerbit, 153.662 pemodal, dan total dana yang dihimpun Rp 869,47 miliar. *