|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Ahmad Fikri Noor | Penulis : Retno Wulandhari
JAKARTA - Pasar saham domestik terus mengalami tekanan sejak awal tahun. Secara year to date, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah sebesar 3,17 persen. Sementara di Mei lalu, IHSG melemah 4,08 persen ke level 6.633,26 meski sempat menguat 1,62 persen di April.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Ototitas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi mengatakan, pelemahan pasar saham terjadi seiring meningkatnya volatilitas di pasar keuangan akibat sentimen negatif global. Ketidakpastian global itu turut memengaruhi harga komoditas.
"Pelemahan IHSG didorong pelemahan saham di sektor energi dan basic materials yang sejalan dengan perkembangan harga komoditas," ungkap Inarno dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Selasa (6/6/2023) seperti dikutip republika.
Pedagang Pusing Penjualan Mobil Bekas 2025 Anjlok, Lebih Buruk dari Masa Pandemi
Harga Sawit Swadaya Riau Turun Efek Lesunya Pasar CPO
Di sisi lain, aliran modal investor asing yang masuk ke pasar saham sepanjang bulan lalu hanya Rp 1,67 triliun. Angka tersebut menyusut tajam dibandingkan April yang tercatat Rp 12,29 triliun. Sedangkan sejak awal tahun, aliran modal asing yang masuk mencapai Rp 20,58 triliun.
Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,91 persen sepanjang Mei lalu dan menguat 5,46 persen sejak awal tahun ke level 363,61. Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana keluar investor asing tercatat Rp 307,32 miliar di sepanjang Mei atau mencapai Rp 695,66 miliar sejak awal tahun.