|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Heru
Upaya yang kedua yakni penggunaan dashboard Lancang Kuning Polda Riau. Aplikasi ini dinilai sangat membantu dalam rangka untuk melakukan mendeteksi terhadap titik hotspot yang ada.
Langkah ketiga yaitu, mendeteksi dini dan menugaskan anggota Satgas Karhutla untuk melakukan pengecekan lapangan di titik hotspot. "Kemudian, melakukan penanganan secara cepat dan tepat serta berupaya memadamkan api sedini mungkin agar tidak membesar dan meluas," ucapnya.
Langkah keempat yaitu menggelar patroli rutin dan mandiri secara terpadu, serta melakukan sosialisasi kepada organisasi dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Lalu langkah kelima adalah, menyiagakan seluruh sumberdaya manusia maupun sarana dan prasarana kebakaran hutan lahan.
Imigrasi Pekanbaru Lakukan Perombakan, Posisi Strategis Kini Diisi Wajah Baru
Kinerja Operasional 2025, Direktur PT BSP Paparkan Pencapaian 100 Persen Target Well Service hingga Tantangan
"Seperti alat berat excavator ada 12 unit, kemudian mesin pompa pemadam, selang, kendaraan operasional, sekat kanal, embung, menara pemantau api, dan lainnya serta memastikan sarana prasarana tersebut berfungsi dengan baik," ucapnya.
Menurut gubernur, Pemprov Riau juga akan menyiapkan angggaran rutin dan anggaran belanja tidak terduga (BTT). Anggaran itu akan digunakan untuk pencegahan maupun penulangan kebakaran hutan lahan.