|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Heru
PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar memaparkan 9 strategi dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Tak hanya itu, gubernur juga menjelaskan hasil kerja tim Satgas dalam menangani karhutla.
Penjelasan itu disampaikan Gubernur saat rapat koordinasi (Rakor) bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letjen TNI Suharyanto.
Dalam rakor yang digelar di Gedung Daerah, Kota Pekanbaru, pada Rabu (7/6/2023) menjelaskan, langkah langkah yang sudah dilakukan Pemprov Riau bersama Forkopimda serta pihak-pihak yang terkait.
Imigrasi Pekanbaru Lakukan Perombakan, Posisi Strategis Kini Diisi Wajah Baru
Kinerja Operasional 2025, Direktur PT BSP Paparkan Pencapaian 100 Persen Target Well Service hingga Tantangan
Adapun langkah-langkah dari Pemerintah Provinsi Riau yang telah dilaksanakan yakni membentuk dan mengaktivasi posko satgas Karhutla.
"Posko Satgas Karhutla dibentuk mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, sampai tingkat desa dan kelurahan. Khususnya di daerah yang rawan bencana kebakaran hutan,” kata Gubri Syamsuar.
Upaya yang kedua yakni penggunaan dashboard Lancang Kuning Polda Riau. Aplikasi ini dinilai sangat membantu dalam rangka untuk melakukan mendeteksi terhadap titik hotspot yang ada.
Edi Basri Tegaskan Netralitas Pj Gubernur dalam Musprov KONI Riau
Luhut Bantah Narasi Menteri Pertahanan Soal Bandara IMIP 'Negara dalam Negara'
Langkah ketiga yaitu, mendeteksi dini dan menugaskan anggota Satgas Karhutla untuk melakukan pengecekan lapangan di titik hotspot. "Kemudian, melakukan penanganan secara cepat dan tepat serta berupaya memadamkan api sedini mungkin agar tidak membesar dan meluas," ucapnya.
Langkah keempat yaitu menggelar patroli rutin dan mandiri secara terpadu, serta melakukan sosialisasi kepada organisasi dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Lalu langkah kelima adalah, menyiagakan seluruh sumberdaya manusia maupun sarana dan prasarana kebakaran hutan lahan.
"Seperti alat berat excavator ada 12 unit, kemudian mesin pompa pemadam, selang, kendaraan operasional, sekat kanal, embung, menara pemantau api, dan lainnya serta memastikan sarana prasarana tersebut berfungsi dengan baik," ucapnya.
KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Diduga Terkait Kasus Korupsi Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
Gubernur Riau Abdul Wahid Tiba di KPK, Langsung Jalani Pemeriksaan Usai OTT di Pekanbaru
Menurut gubernur, Pemprov Riau juga akan menyiapkan angggaran rutin dan anggaran belanja tidak terduga (BTT). Anggaran itu akan digunakan untuk pencegahan maupun penulangan kebakaran hutan lahan.
Langkah keenam, meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan seluruh stakeholder, TNI dan Polri, dunia usaha, tokoh masyarakat tokoh adat tokoh agama, akademisi, media massa dan juga masyarakat relawan.
Ke tujuh yakni melaksanakan apel kesiapsiagaan kebakaran dalam rangka untuk mengantisipasi dan penanggulangan Karhutla. "Apel kesiapsiagaan juga dilaksanakan di semua daerah kabupaten dan kota di Provinsi Riau," jelasnya.
OTT KPK, Gubernur Riau Abdul Wahid Rencananya Dibawa ke Gedung KPK Jakarta Besok
Pemko Pekanbaru Pasang 35 CCTV Baru Dititik Strategis Ruang Publik
Selanjutnya, langkah kedelapan adalah upaya pembasahan lahan gambut, terutama di wilayah rawan kebakaran. "Langkah kesembilan yaitu adanya teknologi modifikasi cuaca (TMC). Alhamdulillah kami alhamdulillah dibantu dengan adanya teknologi modifikasi cuaca,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pada pertemuan ini Kepala BNPB, Suharyanto menyerahkan bantuan perlengkapan penanganan karhutla untuk Provinsi Riau berupa pompa induk 11 unit, pompa selang 22 unit, pompa jinjing 44 unit, selang berjumlah 231 unit. Kemudian, Nozel 88 unit, Y konektor dengan total 88 unit, perlengkapan alat perlindungan diri terdapat 220 paket, dan yang terkahir Flexibel tank 5.000 Liter ada 11 unit. (*)