|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Dengan wilayah operasi yang mencakup 17.000 pulau, pengembangan infrastruktur gas diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas energi bagi seluruh penduduk Indonesia.
"Oleh karena itu, percepatan transisi energi di Indonesia bukan hanya upaya untuk mengurangi emisi karbon, tetapi juga untuk mewujudkan ketahanan energi," sebut dia seperti dikutip CNNindonesia.
Di era transisi energi, Nicke menuturkan, negara-negara di Asia Selatan, termasuk Indonesia, memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekosistem bisnis rendah karbon berkat sumber daya alamnya yang melimpah.
Perkuat Kolaborasi Polri dan Media, Kabid Humas Polda Riau Kunjungi PWI Riau
Keputusan Presiden Prabowo Menjaga TKD Perkuat Kebijakan Fiskal Pascabencana
Untuk mewujudkannya, Pertamina telah mengalokasikan 15 persen dari total capital expenditure (Capex) untuk pengembangan portofolio bisnis rendah karbon/hijau, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata perusahaan energi lainnya.
Dia pun menyebutkan beberapa inisiatif yang telah dan akan terus dilaksanakan oleh Pertamina antara lain adalah dekarbonisasi dan efisiensi energi, implementasi teknologi Carbon Capture Storage (CCS)/Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) yang pertama kali dilakukan di Lapangan Pertamina EP Jatibarang.