|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA -- Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp14.994 per dolar AS pada Selasa (4/7) sore. Mata uang Garuda menguat 35,5 poin atau 0,24 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah menguat ke posisi Rp15.018 per dolar AS.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak di zona hijau. Tercatat dolar Singapura menguat 0,14 persen, yuan China 0,39 persen, won Korea Selatan 0,53 persen, dan dollar Hong Kong 0,04 persen.
Dugaan SPPD Fiktif di PUPR Pelalawan Menguat, Negara Berpotensi Rugi Rp270 Juta
Nilai Tukar Rupiah Melemah Rp16.771 per Dolar AS
Lalu, peso Filipina menguat 0,12 persen, yen Jepang 0,12 persen, dan ringgit Malaysia 0,28 persen. Sedangkan, rupee India melemah 0,03 persen.
Sementara itu, mata uang negara maju bergerak bervariasi. Solar Australia dan dan dolar Kanada masing-masing menguat 0,1 persen dan 0,11 persen.
Kemudian, Euro Eropa melemah 0,08 persen, Franc Swiss minus 0,02 persen, dan poundsterling Inggris stagnan.
Jaket Desain Khusus Bupati Siak Terjual Rp8 Juta, Donasi Korban Bencana Sumatera Tembus Miliaran Rupiah
Rupiah Ditutup Sore Tadi Dilevel Rp16.648
Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan rupiah menguat di tengah dukungan pemerintah China dan Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) pada ekonomi dan stabilitas yuan.
"Mata uang Asia dan rupiah pada umumnya menguat di tengah harapan dukungan pemerintah China dan PBOC pada ekonomi dan stabilitas yuan," ucapnya dikutip CNNIndonesia.com.
Selain itu, tindakan bank sentral Australia (RBA) yang tak mengerek suku bunga juga meredakan kekhawatiran akan prospek pengetatan lebih lanjut oleh bank sentral.