|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) angkat bicara soal empat juta pemilih Pemilu 2024 terancam tidak bisa mencoblos karena tidak mempunyai KTP elektronik. Kemendagri memastikan bakal memercepat perekaman KTP-el untuk jutaan pemilih itu.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Teguh Setyabudi mengatakan, empat juta pemilih tanpa KTP-el itu merupakan pemilih pemula. Mereka rata-rata adalah remaja yang baru akan berusia 17 tahun saat hari pencoblosan pada 14 Februari 2024.
Teguh menyebut, dinas dukcapil kabupaten/kota sebenarnya sudah berupaya memermudah perekaman KTP-el bagi para remaja itu dengan cara 'jemput bola', yakni mendatangkan petugas perekaman KTP-el ke sekolah-sekolah. Petugas melakukan perekaman KTP-el terhadap siswa yang sudah berusia 16 tahun, tapi KTP-el fisiknya baru akan diserahkan saat mereka berusia 17 tahun.
Dewan Perdamaian Versi Trump Bikin Dunia Waswas, PBB Terancam Tergeser
Edi Basri Tegaskan Netralitas Pj Gubernur dalam Musprov KONI Riau
"Kami sudah banyak melakukan perekaman KTP-el di sekolah. Dari sekian juta orang itu sudah kami rekam, hanya tinggal berapa persen lagi. Ini akan kita kejar menuntaskannya sampai pelaksanaan Pemilu pada 14 Februari 2024," kata Teguh kepada wartawan seperti dikutip republika, Rabu (5/7/2023).
Teguh menyebut, untuk mempercepat proses perekaman KTP-el kepada pemilih pemula tersebut, pihaknya akan terus menggencarkan kegiatan perekaman di sekolah atau Dukcapil Goes to School. "Nanti setiap mereka yang belum memiliki KTP elektronik yang umurnya 17 tahun pada 14 Februari 2023 Insya Allah akan dapat KTP elektronik," kata Teguh.