|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
MOSKOW - Pemerintah Rusia mengklaim telah berhasil menembak jatuh 13 pesawat tak berawak (drone) yang berasal dari Ukraina. Drone-drone ini diduga mencoba untuk melakukan serangan terhadap kota terbesar di Krimea yang telah dianeksasi oleh Rusia, serta ibu kota Moskow.
Dalam pernyataannya, Kamis, tanggal 10 Agustus 2023, Kementerian Pertahanan Rusia menjelaskan bahwa dua drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara di dekat Sevastopol, sebuah kota penting di Krimea yang menjadi pangkalan angkatan laut Rusia di Laut Hitam. Sementara itu, sembilan drone lainnya dilaporkan berhasil ditembak jatuh di wilayah Laut Hitam.
Salah satu drone berhasil dihancurkan saat mendekati ibu kota Rusia, Moskow, di wilayah Kaluga yang terletak di bagian barat daya. Selanjutnya, satu drone lainnya juga dilaporkan berhasil ditembak jatuh di atas distrik Odintsovo, sebuah area bergengsi di wilayah Moskow.
Iran Gelar Latihan Militer Bersama China dan Rusia, Tantang Manuver Israel-AS
Rusia: Pembunuhan Politik yang Sepenuhnya Tidak Dapat Diterima
Kementerian pertahanan menambahkan, "Hari ini... usaha rezim Kiev untuk melakukan serangan teroris menggunakan pesawat tak berawak berhasil digagalkan." Beruntungnya, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat serangan menggunakan pesawat tak berawak ini.
Namun, serangan-serangan dengan menggunakan drone di dalam wilayah Rusia ini telah mengalami peningkatan sejak insiden di awal Mei, di mana sebuah pesawat tak berawak berhasil dihancurkan di atas Kremlin. Wilayah sipil di ibu kota juga menjadi target serangan pada akhir Mei, dan bahkan sebuah distrik bisnis di Moskow telah menjadi sasaran serangan dua kali dalam tiga hari pada awal bulan ini.
Dalam beberapa hari terakhir, kapal-kapal yang dikendalikan dari jarak jauh oleh pihak Ukraina, yang juga disebut sebagai drone, telah melancarkan serangan terhadap sebuah kapal tanker bahan bakar Rusia serta pangkalan angkatan laut di pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam.
Belum Ditemukan, Warga Rusia yang Hilang di Selat Malaka
Crew MV Yashma Asal Rusia Hilang di Selat Malaka Utara Bengkalis Riau
Ukraina umumnya enggan berkomentar mengenai pelaku di balik serangan-serangan ini yang terjadi di wilayah Rusia. Meskipun begitu, beberapa pejabat Ukraina secara terang-terangan menyatakan kepuasan atas serangan-serangan tersebut.
Pada bulan Mei, The New York Times melaporkan bahwa badan intelijen Amerika Serikat menduga bahwa mata-mata atau unit intelijen militer Ukraina dapat berada di balik serangan-serangan menggunakan pesawat tak berawak yang ditujukan ke Kremlin. *