|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Febryan A
Hasto juga menekankan bahwa faktor kekuatan figur merupakan salah satu kunci utama dalam memenangkan pemilihan langsung. Kekuatan figur melibatkan kualitas kepemimpinan, karakter, moralitas, kejujuran, keterhubungan dengan rakyat, dan visi calon. "Pengalaman empiris telah menunjukkan hal ini, termasuk di Jakarta ketika Pak Jokowi menjadi calon gubernur DKI Jakarta," tambahnya.
Hasto meyakini bahwa Ganjar Pranowo memiliki kekuatan figur yang sebanding dengan Jokowi. Ini terlihat dari sambutan hangat dan antusiasme rakyat ketika Ganjar mengunjungi berbagai daerah.
Lebih lanjut, Hasto menambahkan bahwa untuk memenangkan Pilpres 2024, diperlukan calon yang memiliki stamina tinggi untuk dapat merangkul seluruh rakyat yang tersebar di wilayah Indonesia yang luas. "Pak Ganjar Pranowo, yang saat ini berusia 53 tahun, telah terbukti mampu bergerak dengan cepat dalam membangun kemajuan bagi Indonesia," ungkap Hasto. Sebagai perbandingan, usia Prabowo saat ini adalah 71 tahun.
Syarat Tinggi Prajurit TNI AD Kini Lebih Pendek, Ini Alasannya
Kapolri Gercep! Tim Reformasi Polri Dibentuk Sebelum Komisi Presiden Disahkan
Namun demikian, Hasto juga menegaskan bahwa PDIP akan berusaha untuk mendapatkan dukungan dari basis pemilih partai lain yang mendukung calon presiden lain. Menurutnya, dukungan partai terhadap seorang calon tidak selalu mencerminkan pilihan politik dari basis pemilihnya. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya "split" atau perpecahan dalam pilihan calon presiden di tingkat masyarakat.
"Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga komunikasi politik di tingkat akar rumput. Saat berada di tengah-tengah masyarakat, perbedaan politik harus diatasi demi kepentingan bersama dan hak pilih rakyat. Inilah yang menjadi fokus utama dalam upaya penggalangan dukungan oleh PDIP," tutup Hasto. *
Sumber: Republika.