|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Febryan A
BOGOR - Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), angkat bicara mengenai dukungan yang semakin bertambah bagi Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024. Hasto meyakinkan bahwa Ganjar Pranowo, capres dari PDIP, memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan karena partainya telah memiliki pengalaman menghadapi tantangan "dikeroyok".
"Kita bisa melihat pengalaman kami di Kota Surabaya, di mana saat itu PDIP berhadapan sendirian, namun kami berhasil memenangkan pemilihan wali kota pada tahun 2020," ujar Hasto kepada wartawan di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (15/8/2023).
Pernyataan Hasto ini sebagai tanggapan terhadap langkah politik Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang resmi bergabung dengan koalisi pendukung Prabowo pada Ahad (13/8/2023). Koalisi pendukung Prabowo saat ini terdiri dari empat partai parlemen, yakni Partai Gerindra, PKB, Golkar, dan PAN.
Syarat Tinggi Prajurit TNI AD Kini Lebih Pendek, Ini Alasannya
Kapolri Gercep! Tim Reformasi Polri Dibentuk Sebelum Komisi Presiden Disahkan
Sementara itu, PDIP mengusung Ganjar Pranowo, seorang kader partai, sebagai calon presiden. Hingga saat ini, satu-satunya partai parlemen yang secara resmi mendukung Ganjar adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Hasto mengungkapkan bahwa bergabungnya Golkar dan PAN dalam koalisi Prabowo adalah pengulangan dari konfigurasi politik dalam Pilpres 2014. Pada saat itu, Golkar dan PAN mendukung Prabowo, namun akhirnya kalah dari capres yang didukung oleh PDIP dan PKB, yaitu Joko Widodo (Jokowi).
Hasto juga menekankan bahwa faktor kekuatan figur merupakan salah satu kunci utama dalam memenangkan pemilihan langsung. Kekuatan figur melibatkan kualitas kepemimpinan, karakter, moralitas, kejujuran, keterhubungan dengan rakyat, dan visi calon. "Pengalaman empiris telah menunjukkan hal ini, termasuk di Jakarta ketika Pak Jokowi menjadi calon gubernur DKI Jakarta," tambahnya.
Panglima TNI Ingatkan Penggunaan Strobo dan Sirene Sesuai Aturan
Jejak Komjen Pol Imam Widodo, Komandan Korps Brimob
Hasto meyakini bahwa Ganjar Pranowo memiliki kekuatan figur yang sebanding dengan Jokowi. Ini terlihat dari sambutan hangat dan antusiasme rakyat ketika Ganjar mengunjungi berbagai daerah.
Lebih lanjut, Hasto menambahkan bahwa untuk memenangkan Pilpres 2024, diperlukan calon yang memiliki stamina tinggi untuk dapat merangkul seluruh rakyat yang tersebar di wilayah Indonesia yang luas. "Pak Ganjar Pranowo, yang saat ini berusia 53 tahun, telah terbukti mampu bergerak dengan cepat dalam membangun kemajuan bagi Indonesia," ungkap Hasto. Sebagai perbandingan, usia Prabowo saat ini adalah 71 tahun.
Namun demikian, Hasto juga menegaskan bahwa PDIP akan berusaha untuk mendapatkan dukungan dari basis pemilih partai lain yang mendukung calon presiden lain. Menurutnya, dukungan partai terhadap seorang calon tidak selalu mencerminkan pilihan politik dari basis pemilihnya. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya "split" atau perpecahan dalam pilihan calon presiden di tingkat masyarakat.
Sekda Cuti, Bupati Tunjuk Azwan jadi Plh Sekda Kampar
Irjen Herry Heryawan: Sang Jenderal dengan Rekam Jejak Cemerlang di Reserse dan Antiteror
"Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga komunikasi politik di tingkat akar rumput. Saat berada di tengah-tengah masyarakat, perbedaan politik harus diatasi demi kepentingan bersama dan hak pilih rakyat. Inilah yang menjadi fokus utama dalam upaya penggalangan dukungan oleh PDIP," tutup Hasto. *
Sumber: Republika.