|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Febrianto Adi Saputro
"Apabila Anda memiliki tekad, kami mengundang semua calon presiden atau calon presiden potensial untuk hadir di UI. Kami siap untuk mengupas setiap gagasan dan berdiskusi mengenai semua argumen yang Anda ajukan, jika perlu," ujar Melki dalam pernyataannya di Jakarta pada Senin.
Melki menegaskan bahwa BEM UI tidak ingin masa depan bangsa hanya ditentukan oleh calon pemimpin yang terfokus pada kampanye, pencitraan, dan ucapan kosong. Menurutnya, saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin yang cerdas dan proaktif dalam mensejahterakan rakyat.
"Kampanye-kampanye saat ini kurang menginspirasi. Generasi muda sudah jenuh dengan kampanye-kampanye yang minim substansi dan cenderung retorika belaka. Terlebih lagi, jika terjadi pemainan identitas dan pencitraan yang tak berguna," ujar Melki.
Melki juga menyoroti bahwa putusan MK hanya memperbolehkan institusi pendidikan mengundang calon presiden tanpa atribut dan alat peraga. Meskipun demikian, ia percaya bahwa peluang ini harus dimanfaatkan. Baginya, saatnya kampus-kampus kembali menjadi tempat mencari kebenaran demi kemajuan bangsa.
"Setiap calon pemimpin harus diuji kapasitas dan substansinya secara serius di lingkungan kampus, bukan hanya menjual citra dan kampanye kosong," pungkas Melki.