POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Politik

Ditantang BEM UI Debat Terbuka, Anies Berminat, Ganjar Pilih Tunggu

Selasa, 22 Agustus 2023 | 12:58:31 WIB

Penulis : Febrianto Adi Saputro

Ditantang BEM UI Debat Terbuka, Anies Berminat, Ganjar Pilih Tunggu
Ilustrasi: [Foto: Merdeka]

SLEMAN - Universitas Indonesia (UI) mengajukan tantangan kepada para calon presiden untuk mengikuti sebuah debat di kampus. Anies Baswedan, yang merupakan bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, dengan antusias menyambut tantangan ini. Namun, Ganjar Pranowo, yang diusung oleh PDIP, memilih untuk menunda dengan alasan bahwa tahapan debat capres untuk Pilpres 2024 belum dimulai.

Anies Baswedan merespons melalui akun Twitter pribadinya (@aniesbaswedan) pada Senin lalu (21/8), mengatakan bahwa ia siap menerima tantangan tersebut dan bertanya kapan debat akan diadakan.

"Gagasan bagus, kapan kita bisa melakukannya?" tulis Anies.

Di sisi lain, Ganjar Pranowo menolak tawaran tersebut.
"Debat opo? Sabar, wong belum apa-apa kok debat," kata Ganjar di UGM, Selasa, (22/8/2023). Ia meminta semua pihak untuk bersabar.  "Sabar," ucap gubernur Jawa Tengah itu.

Setelah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memperbolehkan calon presiden melakukan kampanye di kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengajak semua calon presiden yang berminat untuk mengadakan kampanye di Kampus UI, Depok. Ketua BEM UI, Melki Sedek Huang, menyatakan kesiapannya untuk membedah ide-ide dan argumen dari seluruh calon presiden.

"Apabila Anda memiliki tekad, kami mengundang semua calon presiden atau calon presiden potensial untuk hadir di UI. Kami siap untuk mengupas setiap gagasan dan berdiskusi mengenai semua argumen yang Anda ajukan, jika perlu," ujar Melki dalam pernyataannya di Jakarta pada Senin.

Melki menegaskan bahwa BEM UI tidak ingin masa depan bangsa hanya ditentukan oleh calon pemimpin yang terfokus pada kampanye, pencitraan, dan ucapan kosong. Menurutnya, saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin yang cerdas dan proaktif dalam mensejahterakan rakyat.

"Kampanye-kampanye saat ini kurang menginspirasi. Generasi muda sudah jenuh dengan kampanye-kampanye yang minim substansi dan cenderung retorika belaka. Terlebih lagi, jika terjadi pemainan identitas dan pencitraan yang tak berguna," ujar Melki.

Melki juga menyoroti bahwa putusan MK hanya memperbolehkan institusi pendidikan mengundang calon presiden tanpa atribut dan alat peraga. Meskipun demikian, ia percaya bahwa peluang ini harus dimanfaatkan. Baginya, saatnya kampus-kampus kembali menjadi tempat mencari kebenaran demi kemajuan bangsa.

"Setiap calon pemimpin harus diuji kapasitas dan substansinya secara serius di lingkungan kampus, bukan hanya menjual citra dan kampanye kosong," pungkas Melki.

 Sumber: Republika


Pilihan Editor
Berita Lainnya
opini
Harapan SMSI Tahun 2026: Podcast Menjadi Institusi Pers
Kamis, 1 Januari 2026 | 20:21:00 WIB
nusantara
Dua Ruas Tol Trans Sumatera di Sumbar Masuk PSN Era Prabowo
Selasa, 30 Desember 2025 | 12:02:42 WIB
Pasar
Wajah
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd Firdaus
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd...
Jumat, 19 September 2025 | 23:14:21 WIB
Artikel Popular
1
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB