|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Gita Amanda
Polemik dan Harapan di Rempang Eco-City
Rempang Eco-City, dengan nilai investasi sekitar Rp 381 triliun hingga tahun 2080, diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi di wilayah Batam dan provinsi Kepulauan Riau lainnya.
Pulau Rempang, dengan luas sekitar 17 ribu hektare, akan dikembangkan menjadi kawasan yang mencakup industri, perdagangan, perumahan, dan sektor pariwisata yang terintegrasi. Dengan konsep "Green and Sustainable City," ini diharapkan akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru, terutama untuk pemuda Rempang. Targetnya adalah menciptakan 30 ribu lapangan kerja hingga tahun 2028 dan lebih dari 306 ribu lapangan kerja selama pengembangan kawasan hingga tahun 2080.
Tuntaskan Pengangkutan Sampah, PT BSP Bantu 1 Unit Motor Gerobak di Kampung Pebadaran
PT BSP Salurkan Bantuan Tiang Listrik untuk Kampung Bandar Pedada
Meskipun ada keprihatinan dari masyarakat mengenai perkembangan proyek ini, pemerintah dan BP Batam telah menyampaikan komitmennya untuk memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku. Rumah-rumah yang dijanjikan akan selesai pada akhir tahun 2024, dan pemerintah akan mendukung warga selama proses ini.
Kepala Biro Humas, BP Batam, Ariastuty, menjelaskan bahwa pembangunan rumah membutuhkan waktu karena harus mengikuti prosedur dan peraturan yang berlaku, termasuk Peraturan Presiden. BP Batam telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait untuk mempercepat proses ini dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.