POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR

PHR Aktif Dukung Upaya Pemerintah Menuju Net Zero Emission 2060 

Senin, 11 September 2023 | 11:02:00 WIB

Editor : Deslina | Penulis : PE/DL

PHR Aktif Dukung Upaya Pemerintah Menuju Net Zero Emission 2060 
Executive Vice President (EVP) Upstream Business PT Pertamina Hulu Rokan, Edwil Suzandi sebagai perwakilan dari PT Pertamina Hulu Rokan menandatangani Perjanjian Kerahasiaan dengan Mitsui & Co.,Ltd. sebagai penerima data dalam rangka izin pemanfaatan data untuk studi CCS/CCUS disaksikan oleh Kementerian ESDM RI (11/9-2023). Foto: PHR for PE).

"Menyadari adanya kontribusi bisnis yang mewariskan emisi karbon, kami akan mengembangkan bisnis karbon negatif, termasuk carbon capture, utilization and storage (CCUS) serta solusi gas alam.”

Selaku pimpinan operasional Wilayah Kerja Rokan, Edwil Suzandi menambahkan, “PT Pertamina Hulu Rokan merasa bangga menjadi entitas afiliasi Pertamina yang turut aktif dalam mendukung program Pemerintah Indonesia menuju net zero emission pada tahun 2060 . PHR sebagai salah satu penyumbang minyak mentah terbesar nasional dari industri hulu migas, memainkan peran penting untuk mengawal terjaganya produksi migas sembari upaya transisi terus berjalan demi kebaikan bersama.” 

CCS/CCUS adalah teknologi inovatif yang dapat menangkap emisi karbon dioksida (CO2) dari proses industri, sehingga tidak terlepas ke atmosfer. CCS/CCUS merupakan salah satu tren baru dalam menghadapi transisi energi demi mencapai target Net Zero Emission (NZE) global.*

Baca :

Selain dari pengurangan emisi dan dekarbonisasi, CCS/CCUS juga memiliki manfaat ekonomi potensial, melalui perhitungan program carbon credit, meningkatkan produksi lapangan minyak dengan CO2 EOR (Enhanced Oil Recovery), penciptaan lapangan kerja, hingga memberikan pengetahuan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Oleh karena itu, percontohan implementasi CCS/CCUS perlu segera dilakukan.

Berdasarkan Roadmap IEA untuk NZE tahun 2050 di sektor energi, teknologi CCUS akan berkontribusi lebih dari 10% dari kumulatif pengurangan emisi global pada tahun 2050. Sedangkan untuk Asia Tenggara, untuk menjaga agar tujuan Paris Agreement dapat tercapai, kebutuhan CCS/CCUS di Asia Tenggara mencapai 35 juta tCO2 pada tahun 2030 dan lebih dari 200 juta tCO2 pada tahun 2050.*


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Batang Tuaka
Cuci di Sungai Sore Hari, Nenek 65 Tahun di Inhil Diterkam Buaya 3 Meter
Senin, 19 Januari 2026 | 00:05:05 WIB
Sumatera Barat
Puluhan Ribu UMK di Sumbar Disiapkan Masuk Pasar Global Ekonomi Halal
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:10:09 WIB
riau
821 Guru Incar Jabatan Kepala Sekolah Tingkat SLTA
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:33:54 WIB
Malang
Prabowo Targetkan Sekolah Unggulan di Seluruh Provinsi 
Rabu, 14 Januari 2026 | 13:11:00 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB