|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE/DL
"Menyadari adanya kontribusi bisnis yang mewariskan emisi karbon, kami akan mengembangkan bisnis karbon negatif, termasuk carbon capture, utilization and storage (CCUS) serta solusi gas alam.”
Selaku pimpinan operasional Wilayah Kerja Rokan, Edwil Suzandi menambahkan, “PT Pertamina Hulu Rokan merasa bangga menjadi entitas afiliasi Pertamina yang turut aktif dalam mendukung program Pemerintah Indonesia menuju net zero emission pada tahun 2060 . PHR sebagai salah satu penyumbang minyak mentah terbesar nasional dari industri hulu migas, memainkan peran penting untuk mengawal terjaganya produksi migas sembari upaya transisi terus berjalan demi kebaikan bersama.”
CCS/CCUS adalah teknologi inovatif yang dapat menangkap emisi karbon dioksida (CO2) dari proses industri, sehingga tidak terlepas ke atmosfer. CCS/CCUS merupakan salah satu tren baru dalam menghadapi transisi energi demi mencapai target Net Zero Emission (NZE) global.*
Edi Basri Tegaskan Netralitas Pj Gubernur dalam Musprov KONI Riau
KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Diduga Terkait Kasus Korupsi Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
Selain dari pengurangan emisi dan dekarbonisasi, CCS/CCUS juga memiliki manfaat ekonomi potensial, melalui perhitungan program carbon credit, meningkatkan produksi lapangan minyak dengan CO2 EOR (Enhanced Oil Recovery), penciptaan lapangan kerja, hingga memberikan pengetahuan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Oleh karena itu, percontohan implementasi CCS/CCUS perlu segera dilakukan.
Berdasarkan Roadmap IEA untuk NZE tahun 2050 di sektor energi, teknologi CCUS akan berkontribusi lebih dari 10% dari kumulatif pengurangan emisi global pada tahun 2050. Sedangkan untuk Asia Tenggara, untuk menjaga agar tujuan Paris Agreement dapat tercapai, kebutuhan CCS/CCUS di Asia Tenggara mencapai 35 juta tCO2 pada tahun 2030 dan lebih dari 200 juta tCO2 pada tahun 2050.*