|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Dalam pidatonya di depan anggota parlemen, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersumpah bahwa Turki akan melanjutkan perjuangannya melawan terorisme. Perjuangan terus dilakukan sampai teroris terakhir dilenyapkan di dalam negeri dan di luar negeri setelah serangan hari Minggu.
“Orang-orang keji yang mengincar perdamaian dan keamanan warga negara kami tidak mencapai tujuan mereka dan mereka tidak akan pernah mencapainya,” kata Erdogan.
PKK telah melancarkan pemberontakan terhadap Ankara selama empat dekade. Dalam beberapa tahun terakhir, Turki terus melancarkan operasi terhadap kelompok tersebut di dalam negeri serta operasi lintas batas ke Suriah. Di lokasi itu, kelompok Kurdi yang berafiliasi dengan PKK menguasai sebagian besar wilayah.
Megawati Hangestri Menapaki Jejak Baru di Liga Voli Turki
Garuda Siap Tempur Lawan China, Tiket Piala Dunia Jadi Taruhan
Pada November 2022, Ankara menuduh PKK atas serangan bom di jalan utama pejalan kaki di Istanbul yang menewaskan enam orang dan melukai puluhan lainnya. Tragisnya, serangan teror di Turki sering terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun 2010an.
Ankara mengalami dua serangan oleh penyerang Kurdi pada 2016, satu menargetkan personel militer di sebuah bus dan satu lagi di halte bus. Pemboman kembar pada tahun 2015 yang menargetkan demonstrasi perdamaian di dekat stasiun kereta api utama ibu kota merenggut nyawa hampir 100 orang. *