|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE/DL
SIAK-- Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronik yang banyak diderita di seluruh dunia. Prevalensi penderita DM mencapai angka 2,8% atau sebanyak 171 juta penderita di seluruh dunia pada tahun 2000. Angka prevalensi ini diperkirakan meningkat menjadi 4,4% atau 366 juta penderita pada tahun 2030.
Indonesia menempati urutan keempat di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat sebagai negara dengan penderita DM sebesar 8,4 juta pada tahun 2000, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 21,3 juta penderita pada tahun 2030.

Komitmen Bupati Afni, Tidak Akan Wariskan Utang kepada Pemimpin Setelahnya
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Buka Dialog Nasional SMSI: Media Baru Harus Mengarah pada Pers Sehat
Berbagai komplikasi diabetes dapat terjadi dikaitkan dengan kontrol glikemik dan durasi DM. Komplikasi diabetes pada mata bisa berupa sindroma mata kering, katarak diabetika, glaucoma dan retinopati diabetik.
Retinopati diabetik pada stadium awal sering tidak menimbulkan keluhan penurunan tajam penglihatan yang signifikan sehingga kasus ini sering datang ke Rumah Sakit dalam stadium lanjut, sehingga tatalaksananya menjadi lebih sulit dan prognosis menjadi lebih buruk.
Fakultas kedokteran Universitas Riau dalam rangka kegiatan pengabdian Masyarakat, tanggal 30 September 2023 lalu melakukan Skrining dan Pemeriksaan Komplikasi Okuler Diabetes Tipe 2 pada pasien Prolanis di Klinik Bulan Mulya Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
Sistem Cegah Kebakaran Gambut berbasis IoT Menang Inovasi Lestari di Siak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menurut Ketua Pelaksana, Dokter Yulia Wardany,Sp.M didampingi Tim, Dokter Rayendra,Sp.PD-KGH dan mahasiswa fakultas Kedokteran FK Unri, merupakan salah satu upaya untuk mencegah permasalahan kesehatan khususnya komplikasi okuler Diabetes Mellitus agar dapat menemukan kasus dalam stadium lebih dini untuk mencegah kebutaan permanen.
Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan adalah pemeriksaan tajam penglihatan, menilai keadaan retina, serta pemberian kacamata sesuai indikasi pada seluruh pasien Prolanis yang menderita DM .
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini peserta dapat mengetahui status kesehatan mata dan mencegah komplikasi lanjut akibat DM, serta mendapatkan rujukan untuk tatalaksana selanjutnya sesuai diagnosis, jelas Dokter Yulia.*
Ribuan Warga Padati Kampar Utara, Rela Berjalan Ratusan Meter Demi Saksikan Pembukaan MTQ ke-54
Tabligh Akbar UAS di Siak Dipadati'Lautan'Manusia