|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU - Siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru yang ditetapkan sejak 9 Februari 2023 lalu, sudah berakhir per tanggal 31 Oktober kemarin.
“Jadi untuk status siaga karhutla sudah kita lewati," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kota Pekanbaru Zarman Candra, Selasa (7/11).
Saat ini, kata dia, Ibukota Provinsi Riau mulai bersiap menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, maupun tanah longsor. Hal itu seiring dengan terjadinya peralihan cuaca di Kota Bertuah dari musim kemarau ke musim hujan.
Tetapkan Status Siaga Darurat Hidrometeorologi,Bupati Siak Larang Siswa Berlibur ke Daerah Rawan Bencana
Kendalikan Karhutla di Riau, Kementrian Kehutanan Laksanakan Modifikasi Cuaca
"Kalau memang hujan merata dan intensitas tinggi, kita akan tetapkan status siaga hidrometeorologi. Sekarang kita lihat perkembangan cuaca dulu," ucap Zarman.
Ia menyampaikan, sejauh ini hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru belum bersifat merata sehingga status siaga bencana hidrometeorologi belum ditetapkan.
"Sekarang memang sudah sering hujan, tapi belum merata. Kadang di utara hujan, timur tidak. Tapi yang penting kita tetap waspada," ujarnya.
Bupati Pelalawan Pimpin Apel Siaga Karhutla Tahun 2025
Kadiskan Kampar Siaga di Lokasi Persiapan Menyambut Rombongan Komisi IV DPR RI
Di samping itu, lanjut Zarman, hujan yang sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir juga belum berdampak banjir di pemukiman warga.
"Dari pengawasan kita belum ada (banjir)," tutupnya.*