|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU - Riau jadi salah satu provinsi percontohan (pilot project) dalam program rehabilitasi mangrove melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR), dengan dukungan dana mencapai Rp800 miliar dari World Bank.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Mamun Murod mengungkapkan, program ini menargetkan rehabilitasi lahan mangrove seluas 7498 hektare yang tersebar di 6 kabupaten/kota di Riau.
Adapun keenam daerah tersebut adalah Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Dumai dengan luas masing-masing area rehabilitasi yang bervariasi.
Polisi Bongkar Sarang Narkoba di Jalan Pangeran Hidayat Pekanbaru
Konjen Jepang Puji Riau, Tertarik Budaya Melayu hingga Kuliner Khas
Tercatat Kabupaten Indragiri Hilir menjadi kabupaten terluas yang direhabilitasi dengan luasan 3.660 hektare, disusul Bengkalis seluas 1.400 hektare, Pelalawan 1309 hektare, Rokan Hilir 674 hektare, Kepulauan Meranti seluas 385 hektare dan Dumai seluas 70 hektare. “Inhil yang terluas,” kata Mamun Murod, Jumat (17/11/2023) di Pekanbaru.
Dia menjelaskan, untuk seleksi lokasi rehabilitasi didasarkan pada usulan dari provinsi yang kemudian melalui proses verifikasi sebelum ditetapkan.
Selain Riau, provinsi-provinsi lain seperti Sumatra Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara juga turut serta dalam proyek percontohan ini.
SKK Migas Sumbagut Terima Kunjungan PWI Riau, Perkuat Sinergi Sektor Migas dan Pers
Prabowo Targetkan Sekolah Unggulan di Seluruh Provinsi
“Program ini bukan hanya menandai komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat dan berkontribusi besar dalam mengujudkan Riau Hijau,” kata Murod.*