|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam waktu dekat akan segera mengkaji untuk menetapkan status siaga darurat banjir di Riau. Sebab hingga saat ini sudah ada dua daerah yang menetapkan status siaga darurat banjir. Yakni Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis.
"Iya, sudah ada dua kabupaten yang telah menetapkan status siaga darurat banjir, Rohil dan Bengkalis. Ini kita akan evaluasi dan laporkan ke pak gubernur untuk penetapan status banjir tingkat provinsi," kata kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal, Rabu (30/11/2023).
Sejauh ini BPBD Riau sudah melakukan pemetaan dan inventarisasi terhadap daerah-daerah di Riau yang rawan banjir. Hasil inventarisasi tersebut ada sejumlah daerah di Riau yang berpotensi terjadi banjir.
Polisi Bongkar Sarang Narkoba di Jalan Pangeran Hidayat Pekanbaru
Konjen Jepang Puji Riau, Tertarik Budaya Melayu hingga Kuliner Khas
"Dari hasil pantuan kita memang saat ini sejumlah wilayah di Riau sudah mulai dilanda banjir. Seperti di Kampar, Rohul, Rohil, Bengkalis, Meranti, Pelalawan dan Inhil serta Dumai," katanya.
Edi mengatakan kondisi banjir di Riau banyak dipengaruhi oleh meluapnya debit air di empat sungai besar di Riau. Yakni Sungai Kampar, Sungai Rokan, Sungai Siak dan Sungai Indragiri.
"Riau punya 4 sungai besar. Setelah kita inventarisir, yang rawan itu di Kampar, dampaknya sampai Pelalawan karena luapan Sungai Kampar," ujarnya.
SKK Migas Sumbagut Terima Kunjungan PWI Riau, Perkuat Sinergi Sektor Migas dan Pers
304 Ekor Hewan Ternak di Riau Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, Inhu Terbanyak 143 Kasus
Kemudian di Rokan Hulu dan Rokan hilir banyak dipengaruhi oleh debit air kiriman dari Sumbar dan Sumut yang masuk ke Sungai Rokan. Khususnya daerah yang berbatasan dengan Rohil dan Rohul.
"Ada kiriman air dari arah Padang Lawas (Sumut) dan Pasaman (Sumbar) itu alurnya ke Rohul," katanya*