|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU - Sebagai salah satu pejabat daerah yang memiliki kualifikasi ASN untuk rekomendasi PJ Gubernur, ternyata Sekdaprov Riau , SF Hariyanto tidak masuk dalam rekomendasi Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) yang diajukan ke Komisi I DPRD Riau untuk diusulkan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk tunjuk menjadi Pj Gubernur Riau.
Melalui payung kelembagaan FKPMR, Tomas justru mengusulkan Dr Drs H Suhajar Diantoro MSi (Sekretaris Jenderal Kemendagri), Erwin Dimas SE DEA MSi dan Prof Dr Sri Indarti SE MSi (Rektor Universitas Riau) Kamis (30/11/2023). Wakil Ketua Umum FKPMR, Azlaini Agus menekankan, bahwa Pj Gubri mesti putera jati Melayu Riau yang memiliki integritas terpuji dan teruji, kredibilitas yang tinggi, kapasitas dan kapabilitas serta kompetensi unggul. Selain itu, dia harus figur yang memiliki historis dan ikatan emosional secara langsung dengan Riau atau figur yang memahami daerah dan persoalan-persoalan di Riau.
"FKPMR tetap menjunjung semangat kebhinekaan, namun adalah hal alamiah bahwa perbaikan nasib suatu kaum ditentukan oleh kaum itu sendiri, tersebab yang lebih tahu dan paham tentulah kaum itu sendiri," kata Azlaini .
Polisi Bongkar Sarang Narkoba di Jalan Pangeran Hidayat Pekanbaru
Konjen Jepang Puji Riau, Tertarik Budaya Melayu hingga Kuliner Khas
Kemudian, harus sosok yang dapat menjawab dan memberikan solusi konkrit pada persoalan-persoalan ekonomi dan sosial di Riau. Siap memberikan komitmen untuk mengabdi membangun Riau dengan ikhlas dan dedikasi terbaik.
Menurutnya, calon Pj Gubernur Riau haruslah figur yang paham dan berpengalaman dengan administrasi birokrasi dan pemerintahan sekaligus memiliki strong leadership. Dengan demikian diharapkan dapat melakukan reformasi birokrasi secara cermat dan bijak, agar birokrasi pemerintahan Riau benar-benar berpikir dan berbuat serta memberikan pelayanan terbaik untuk rakyat dengan tetap memiliki karakter Melayu.
Selanjutnya, figur yang memiliki jejaring nasional maupun internasional yang kuat dan luas di berbagai lembaga pemerintah maupun non-pemerintah, dengan kemampuan komunikasi diplomatis maupun pendekatan personal persuasif untuk menyakinkan pemerintah pusat bahwa Riau memerlukan dana pembangunan yang sangat besar untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
SKK Migas Sumbagut Terima Kunjungan PWI Riau, Perkuat Sinergi Sektor Migas dan Pers
304 Ekor Hewan Ternak di Riau Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, Inhu Terbanyak 143 Kasus
"Figur yang paham dan berpengalaman langsung dengan proses penetapan kebijakan dan politik anggaran di tingkat nasional," kata Azlaini.
Menurut Azlaini, Pj Gubernur Riau mesti figur yang dapat menjadi koordinator pembangunan antar daerah dan pemersatu semua shareholder dan stakeholder pembangunan di Riau. Pj Gubri harus mampu mengkoordinir dan berkolaborasi dengan para Bupati/Walikota maupun komponen masyarakat pemangku kepentingan pembangunan di Riau, pembangunan di Riau harus dilakukan secara bersinergi, kolaboratif dan inovatif (pentahelix collaboration strategy).
"Tiga nama calon Pj Gubri yang akan diajukan adalah Dr Drs H Suhajar Diantoro MSi (Sekretaris Jenderal Kemendagri), Erwin Dimas SE DEA MSi dan Prof Dr Sri Indarti SE MSi (Rektor Universitas Riau)," kata Azlaini.